JAKARTA – Vitamin C dikenal sebagai salah satu suplemen yang banyak dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, sebagian orang mengaku mengalami lambung perih atau ketidaknyamanan pada saluran pencernaan setelah mengonsumsinya. Lantas, apa penyebab kondisi tersebut?
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kekhawatiran mengenai efek samping vitamin C, termasuk gangguan lambung dan risiko batu ginjal, memiliki dasar medis yang perlu dipahami masyarakat.
"Secara medis ketakutan kita beralasan. Jadi gini, tubuh kita punya batas maksimal buat nyerap vitamin C biasa. Sisa yang gagal diserap ini bakal dirombak jadi limbah bernama oksalat," kata dr. Cecep melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Menurutnya, oksalat yang menumpuk dapat menjadi masalah serius ketika disertai kondisi urine yang pekat akibat kurangnya asupan cairan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan kristal yang dapat memicu batu ginjal.
Selain itu, vitamin C dalam bentuk konvensional memiliki sifat asam yang pada beberapa orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.
Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti seseorang harus menghindari konsumsi vitamin C. Pemilihan jenis suplemen dengan daya serap yang lebih baik dapat membantu meminimalkan risiko gangguan pencernaan maupun efek samping lainnya.
Namun, dr. Cecep mengingatkan bahwa pemilihan suplemen saja tidak cukup. Menjaga asupan cairan tetap tercukupi juga menjadi faktor penting untuk membantu tubuh memproses dan membuang sisa metabolisme dengan optimal.
"Intinya, pastikan asupan air putih cukup dan pilih suplemen yang ramah buat organ," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)