dr. Rendra mengatakan bahwa di Indonesia, daging kambing memang lebih sering disajikan dalam menu-menu kaya santan dan lemak seperti gulai, tongseng, sate berlemak, hingga tengkleng. Penggunaan santan berlebihan, minyak, dan bagian lemak itulah yang dinilai kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering.
“Kok bisa dibilang kambing lebih berbahaya? Karena olahannya. Jadi kambing itu sering disajikannya kan dalam bentuk tongseng, gulai, yang banyak lemaknya sebenarnya. Nah olahan-olahan seperti itu yang kurang baik untuk kesehatan,” jelas dr. Rendra.
Sementara itu, daging sapi juga sebenarnya bisa memberikan dampak serupa jika diolah dengan banyak lemak atau dikonsumsi berlebihan. Karena itu, pola memasak dan porsi makan menjadi faktor penting yang lebih menentukan dibanding sekadar memilih antara daging sapi atau kambing.
Dengan kata lain, daging kambing tidak selalu lebih berbahaya dari daging sapi. Selama diolah dengan cara yang sehat dan dikonsumsi sewajarnya, keduanya tetap bisa menjadi sumber protein yang baik untuk tubuh.
(Djanti Virantika)