Kulit Gatal dan Bentol Merah saat Malam Hari? Bisa Jadi Gejala Skabies

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 28 Mei 2026 17:11 WIB
Kulit Gatal dan Bentol Merah saat Malam Hari? Bisa Jadi Gejala Skabies (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Munculnya ruam merah disertai bentol kecil dan rasa gatal hebat, terutama pada malam hari, perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda skabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau.

Dokter umum sekaligus konten kreator kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa skabies disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabiei yang masuk ke lapisan kulit paling atas dan membuat terowongan kecil untuk bertelur.

“Dia kecil banget, bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini masuk ke lapisan kulit paling atas, lalu membuat terowongan kecil dan bertelur di dalamnya,” kata dr. Aditya dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, dikutip Kamis (28/5/2026).

Gejala Skabies

Gejala skabies umumnya berupa rasa gatal intens yang semakin terasa pada malam hari. Selain itu, muncul ruam merah dan bentol kecil menyerupai jerawat di area sela jari, pergelangan tangan, ketiak, lipatan paha, hingga area genital.

Menurut dr. Aditya, penularan skabies paling sering terjadi melalui kontak kulit langsung dalam waktu cukup lama, misalnya tidur bersama atau tinggal serumah dengan penderita. Penggunaan barang pribadi secara bergantian, seperti handuk, seprai, dan pakaian, juga dapat meningkatkan risiko penularan.

“Misalnya tidur bareng atau tinggal serumah dengan penderita. Bisa juga dari penggunaan barang pribadi seperti handuk, seprai, atau baju secara bersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, skabies termasuk penyakit yang cukup sering ditemukan dan masuk dalam kategori Neglected Tropical Diseases. Kasusnya disebut mencapai lebih dari 200 juta setiap tahun di seluruh dunia.

Untuk pengobatan, salah satu terapi yang umum digunakan adalah krim antiparasit berbahan permethrin 5 persen. Krim dioleskan ke seluruh tubuh dari leher hingga kaki dan didiamkan selama delapan sampai 12 jam sebelum dibersihkan.

“Biasanya pengobatan diulang sesuai anjuran, sekitar tujuh hari kemudian. Pada beberapa kasus bisa ditambah obat minum seperti ivermectin atau terapi lain sesuai kondisi pasien,” jelasnya.

Dr. Aditya juga mengingatkan, jika ada satu anggota keluarga yang terinfeksi skabies, seluruh penghuni rumah sebaiknya ikut menjalani pengobatan meski belum mengalami gejala.

“Karena penelitian klinis menunjukkan kombinasi terapi topikal dan pengobatan seluruh kontak serumah bisa meningkatkan angka kesembuhan secara signifikan,” lanjutnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan menjaga kebersihan diri dan tidak saling berbagi barang pribadi.

“Kalau kamu atau orang sekitar mulai gatal tidak wajar, jangan ditunda. Skabies bukan soal bersih atau kotor, tapi soal penularan,” pungkas dr. Aditya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya