dr. Yudistira mengatakan bahwa selain memengaruhi jantung, kafein juga bekerja pada ginjal dan kandung kemih. Di ginjal, kafein meningkatkan produksi urine sehingga volume kencing menjadi lebih banyak dari biasanya.
Tak hanya itu, kandung kemih juga menjadi lebih sensitif setelah mengonsumsi kopi. Akibatnya,, dorongan untuk buang air kecil terasa lebih cepat muncul meski kandung kemih belum terisi penuh.
“Nah yang efek di ginjal, dia memang menaikkan volume atau produksi dari kencing. Jadi memang kencingnya jadi lebih sering,” jelas dr. Yudistira.
“Tapi selain produksinya naik, di kandung kemih juga jadi lebih sensitif. Ototnya kerja. Jadi dua proses itu yang membuat kenapa kalau kita minum kopi kok jadi lebih sering pipis, pipisnya jadi lebih banyak,” tambahnya.
Meski begitu, efek ini umumnya masih tergolong normal, terutama jika kopi dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun bagi sebagian orang yang memiliki gangguan saluran kemih atau kandung kemih sensitif, efeknya bisa terasa lebih kuat dibanding orang lain.
Karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi kopi harian agar tubuh tetap nyaman dan tidak mengalami gangguan aktivitas akibat terlalu sering ke toilet.
(Djanti Virantika)