Ibu Baru Melahirkan Rentan Alami Stres dan Tekanan Emosional, Ternyata Bisa Berdampak ke ASI

Djanti Virantika, Jurnalis
Rabu 20 Mei 2026 18:05 WIB
Kesehatan mental ibu bisa pengaruhi ASI. (Foto: Freepik)
Share :

KESEHATAN mental ibu setelah melahirkan menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap proses menyusui. Tekanan emosional, rasa cemas, hingga stres berkepanjangan dapat memengaruhi produksi air susu ibu (ASI).

Hal tersebut utamanya terjadi ketika ibu menghadapi masalah keluarga maupun tekanan sosial di lingkungan sekitar. Karena itu, penting menjaga kesehatan mental ibu.

1. Rentan Stres dan Alami Tekanan Emosional

Tidak sedikit ibu baru mengalami beban psikologis setelah persalinan. Perubahan hormon, kurang tidur, adaptasi mengurus bayi, hingga tuntutan menjadi orangtua yang sempurna sering kali membuat kondisi emosional menjadi tidak stabil.

Situasi bisa semakin berat ketika anak mengalami masalah sosial. Di antaranya, ada bullying atau tekanan dari lingkungan yang memicu kecemasan berlebih pada ibu.

2. Berdampak ke ASI

Dilansir dari Brestfeeding Network, secara medis, stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini diketahui dapat mengganggu kerja hormon oksitosin dan prolaktin yang memiliki peran penting dalam produksi serta pengeluaran ASI.

Akibatnya, ASI menjadi lebih sedikit. Tak hanya itu, alirannya juga menjadi tidak lancar, bahkan ibu merasa kesulitan menyusui meski kebutuhan bayi meningkat.

Selain memengaruhi jumlah ASI, kondisi mental yang terganggu juga dapat berdampak pada kualitas hidup ibu. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan, gangguan tidur, mudah marah, hingga meningkatkan risiko baby blues dan depresi pascamelahirkan.

Ketika anak menjadi korban perundungan atau bullying, tekanan emosional pada ibu pun sering meningkat. Banyak ibu merasa sedih, cemas, bahkan menyalahkan diri sendiri atas kondisi yang dialami anak.

Jika tidak ditangani dengan baik, tekanan tersebut dapat memicu stres berkepanjangan. Hal itu akhirnya memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis ibu.

 

3. Dukungan Keluarga

Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk membantu ibu melewati masa pascamelahirkan. Pendampingan pasangan, komunikasi yang terbuka, serta perhatian terhadap kondisi emosional ibu dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mendukung kelancaran proses menyusui.

Para tenaga kesehatan juga menyarankan ibu untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan relaksasi ringan, dan tidak ragu berkonsultasi dengan dokter atau konselor apabila stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesehatan mental ibu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, menjaga ketenangan pikiran ibu menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung produksi ASI yang optimal dan kualitas pengasuhan yang lebih baik.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya