IDAI Sebut Campak Lebih Mendesak Dibanding Hantavirus

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 13 Mei 2026 14:10 WIB
IDAI Sebut Campak Lebih Mendesak Dibanding Hantavirus (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai penanganan penyakit menular seperti campak dan difteri saat ini lebih mendesak dibandingkan hantavirus. Pasalnya, kasus penyakit tersebut masih banyak ditemukan di Indonesia dan belum tertangani secara maksimal.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH menjelaskan, sejumlah penyakit infeksi seperti campak dan difteri masih terus muncul di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penyakit belum berjalan optimal.

"Sudah sekian belas tahun difteri di kita. Campak ini mulai 2-3 tahun yang lalu sampai hari ini belum tuntas juga," katanya.

Ia juga menilai jumlah kasus penyakit seperti campak, difteri, tetanus, dan pertusis jauh lebih tinggi dibandingkan hantavirus yang kasusnya relatif jarang ditemukan di Indonesia.

“Maksud saya, pencegahan kita terhadap misalnya, itu menurut saya tetap lebih penting karena kita lebih banyak kasusnya. Dan fakta menunjukkan orang-orang kita itu sangat banyak yang belum terlindungi dengan memadai,” ucap Dominicus.

Kasus Hantavirus di Jakarta

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah terus memantau secara ketat kontak erat kasus Hantavirus di wilayah DKI Jakarta. Meski sempat menjadi perhatian publik, Menkes menegaskan bahwa virus ini tidak mudah menular antarmanusia seperti COVID-19.

“Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujar Menkes Budi.

Menkes menjelaskan, kasus yang sedang ditangani berasal dari kontak erat seorang WNA yang sempat berada di kapal luar negeri. Pemerintah bergerak cepat setelah menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026. Sehari berselang, pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.

“Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” tambahnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya