Rizal juga menyinggung gaya hidup anak muda saat ini yang disebut semakin jarang minum air putih, malas olahraga, hingga sering begadang. Hal tersebut juga sangat berpengaruh pada kesehatan ginjal.
Rizal menjelaskan kandungan natrium dalam mi instan saat ini juga tergolong tinggi. Apalagi, banyak orang biasanya mengonsumsi lebih dari satu bungkus dalam sekali makan. Padahal, kadar natrium harian yang direkomendasikan hanya sekitar 1.500-2.000 mg.
“Padahal kadar natrium harian yang direkomendasikan cuma sekitar 1.500–2.000 mg,” jelas Rizal.
Rizal menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebihan dalam jangka panjang dapat membuat ginjal bekerja ekstra. Pasalnya, ginjal harus terus menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kondisi tersebut sering terjadi dan tidak disadari karena tidak bergejala. Padahal, organ dalam sudah mengalami tekanan bertahun-tahun.
“Natrium yang masuk kebanyakan terus-terusan bikin tubuh nahan lebih banyak air. Akhirnya volume darah naik, tekanan ke pembuluh ikut naik, dan ginjal jadi kerja lebih ekstra tiap hari,” tulis Rizal.
Meski begitu, Rizal menegaskan bukan berarti masyarakat dilarang mengonsumsi junkfood atau makanan olahan (UPF) sepenuhnya. Ia hanya mengingatkan agar makanan tersebut dikonsumsi sewajarnya dan tidak dijadikan menu utama sehari-hari.
“Perlakukan junk food sebagai makanan rekreasional untuk memenuhi craving mental kita, bukan sebagai makan berat saat lapar,” tulisnya.
(Djanti Virantika)