Gagal Ginjal Mengintai Generasi Muda, Pola Hidup hingga Makanan Instan Jadi Pemicu

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Rabu 13 Mei 2026 20:05 WIB
Sakit gagal ginjal mengintai anak muda. (Foto: Freepik)
Share :

GAGAL ginjal kini bukan hanya dialami lansia, tetapi juga turut mengintai generasi muda. Pola hidup hingga makanan instan pun diduga jadi pemicu.

Seorang perawat bernama Rizal yang juga sering membagikan konten edukasi kesehatan di akun X @afrkml menyoroti soal kasus gagal ginjal pada usia muda. Dalam utasnya, Rizal mengaku sedih melihat banyak pasien muda yang sudah harus menjalani cuci darah atau hemodialisis.

1. Pemicu Gagal Ginjal di Anak Muda

Menurut Rizal, kondisi tersebut dipicu gaya hidup tak sehat dan konsumsi makanan instan. Selain itu, berbagai makanan ultra processed food (UPF) lain yang tinggi natrium juga bisa jadi penyebab.

“Kalau mampir ke bangsal hemodialisis, sedih banget emang karena yang muda-muda udah pada cuci darah,” tulisnya.

“Ini bukan cuma mi instan, makanan UPF lain juga ngaruh karena natriumnya ya ampun,” tulis Rizal.

 

2. Jarang Minum Air Putih

Rizal juga menyinggung gaya hidup anak muda saat ini yang disebut semakin jarang minum air putih, malas olahraga, hingga sering begadang. Hal tersebut juga sangat berpengaruh pada kesehatan ginjal.

Rizal menjelaskan kandungan natrium dalam mi instan saat ini juga tergolong tinggi. Apalagi, banyak orang biasanya mengonsumsi lebih dari satu bungkus dalam sekali makan. Padahal, kadar natrium harian yang direkomendasikan hanya sekitar 1.500-2.000 mg.

“Padahal kadar natrium harian yang direkomendasikan cuma sekitar 1.500–2.000 mg,” jelas Rizal.

Rizal menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebihan dalam jangka panjang dapat membuat ginjal bekerja ekstra. Pasalnya, ginjal harus terus menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Kondisi tersebut sering terjadi dan tidak disadari karena tidak bergejala. Padahal, organ dalam sudah mengalami tekanan bertahun-tahun.

“Natrium yang masuk kebanyakan terus-terusan bikin tubuh nahan lebih banyak air. Akhirnya volume darah naik, tekanan ke pembuluh ikut naik, dan ginjal jadi kerja lebih ekstra tiap hari,” tulis Rizal.

3. Bukan Berarti Dilarang Konsumsi Junkfood

Meski begitu, Rizal menegaskan bukan berarti masyarakat dilarang mengonsumsi junkfood atau makanan olahan (UPF) sepenuhnya. Ia hanya mengingatkan agar makanan tersebut dikonsumsi sewajarnya dan tidak dijadikan menu utama sehari-hari.

“Perlakukan junk food sebagai makanan rekreasional untuk memenuhi craving mental kita, bukan sebagai makan berat saat lapar,” tulisnya.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya