- Meningkatkan risiko gangguan jantung
Kafein dapat mempercepat detak jantung. Pada anak kecil, efek ini bisa lebih terasa dibandingkan orang dewasa. Dalam beberapa kasus, konsumsi kafein dapat memicu jantung berdebar atau irama jantung tidak teratur, yang berpotensi membahayakan kesehatan.
- Mengganggu penyerapan nutrisi
Kafein dapat menghambat penyerapan beberapa nutrisi penting seperti zat besi dan kalsium. Padahal, kedua nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan tubuh anak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang yang tidak optimal.
- Memicu masalah pencernaan
Kafein dapat merangsang produksi asam lambung yang berlebihan. Pada anak di bawah 5 tahun, hal ini bisa menyebabkan sakit perut, mual, bahkan diare. Sistem pencernaan anak yang masih sensitif membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan akibat konsumsi kafein.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)