Studi tersebut juga menemukan bahwa pada pasien yang kehilangan lebih dari 20 persen berat badan, sekitar 10 persen pengguna tirzepatide mengalami penurunan massa tanpa lemak lebih dari 5 persen. Sementara itu, pada kelompok pengguna semaglutide, angkanya berada di bawah 7 persen.
Selain faktor obat, kurangnya aktivitas fisik selama terapi juga disebut dapat mempercepat hilangnya massa otot. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar penggunaan obat penurun berat badan tetap diimbangi dengan olahraga rutin.
Menanggapi temuan ini, pihak Novo Nordisk tidak memberikan pernyataan khusus. Namun, berdasarkan data uji klinis sebelumnya, perubahan massa otot pada pengguna semaglutide disebut tidak berbeda signifikan dibandingkan kelompok plasebo, dan fungsi fisik tetap terjaga.
Sementara itu, hingga saat ini pihak Eli Lilly belum memberikan tanggapan terkait hasil studi yang masih dalam tahap pra-publikasi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa penggunaan obat penurun berat badan perlu dipahami secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)