Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 10:45 WIB
Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA — Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan berat badan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

Berdasarkan laporan Reuters, obat berbahan semaglutide yang dipasarkan sebagai Wegovy oleh Novo Nordisk dinilai memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan massa tanpa lemak dibandingkan tirzepatide yang dikembangkan oleh Eli Lilly.

Dalam analisis yang melibatkan ribuan pasien, pengguna tirzepatide tercatat mengalami penurunan massa tanpa lemak sekitar 1,1 persen lebih besar dalam tiga bulan pertama penggunaan. Selisih tersebut meningkat menjadi sekitar 2 persen setelah satu tahun, jika dibandingkan dengan pengguna semaglutide.

Hal ini menjadi perhatian karena massa otot berperan penting dalam menjaga kekuatan tubuh, metabolisme, serta daya tahan fisik. Penurunan berat badan yang tidak disertai perlindungan terhadap massa otot berpotensi menurunkan kualitas kesehatan secara keseluruhan.

Peneliti menekankan bahwa keberhasilan program penurunan berat badan tidak hanya dilihat dari angka di timbangan, tetapi juga dari komposisi tubuh yang tetap seimbang. Menjaga massa otot menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung kesehatan jangka panjang.

Studi tersebut juga menemukan bahwa pada pasien yang kehilangan lebih dari 20 persen berat badan, sekitar 10 persen pengguna tirzepatide mengalami penurunan massa tanpa lemak lebih dari 5 persen. Sementara itu, pada kelompok pengguna semaglutide, angkanya berada di bawah 7 persen.

Selain faktor obat, kurangnya aktivitas fisik selama terapi juga disebut dapat mempercepat hilangnya massa otot. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar penggunaan obat penurun berat badan tetap diimbangi dengan olahraga rutin.

Menanggapi temuan ini, pihak Novo Nordisk tidak memberikan pernyataan khusus. Namun, berdasarkan data uji klinis sebelumnya, perubahan massa otot pada pengguna semaglutide disebut tidak berbeda signifikan dibandingkan kelompok plasebo, dan fungsi fisik tetap terjaga.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Eli Lilly belum memberikan tanggapan terkait hasil studi yang masih dalam tahap pra-publikasi.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa penggunaan obat penurun berat badan perlu dipahami secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya