JAKARTA - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi, kasus campak masih ditemukan, terutama pada anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengatakan penularan campak pada anak sangat berisiko, khususnya di sekolah. Ia pun mengimbau orang tua dan guru agar anak tak usah masuk sekolah bila mengalami kondisi demam hingga batuk.
“Bila ada anak yang demam, tidak perlu ke sekolah. Pastikan setelah sembuh kembali sekolah,” ungkap Andi dalam konferensi pers daring, Jumat (10/4/2026).
Andi menjelaskan penularan virus campak cukup tinggi. Satu anak yang terkena campak bisa menularkan kepada 12–18 anak lainnya. Hal ini membuat orang tua dan pihak sekolah perlu waspada dan memahami kondisi kesehatan anak.
“Kemampuan menularkan pasien itu bisa ke 12 sampai 18 orang. Bisa dibayangkan nanti teman-temannya bisa tertular secara cepat,” paparnya.