JAKARTA – Sebanyak 20 unta dilaporkan didiskualifikasi dari ajang kontes kecantikan tradisional di Oman setelah terbukti menjalani prosedur kosmetik terlarang. Kabar ini menjadi sorotan internasional karena jumlah pelanggaran yang disebut lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Festival tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya di kawasan Teluk yang mengangkat prestise peternak sekaligus merayakan keindahan alami unta. Dalam aturan lomba, panitia secara tegas melarang segala bentuk modifikasi buatan terhadap hewan peserta.
Kontroversi mencuat ketika dewan juri mencurigai adanya ciri fisik yang dianggap tidak wajar pada sejumlah unta. Pemeriksaan lanjutan oleh dokter hewan kemudian menemukan indikasi penggunaan prosedur kosmetik, demikian dilansir dari times of India.
Beberapa perlakuan yang disebut terdeteksi antara lain suntikan Botox untuk memengaruhi tampilan otot wajah, filler guna mempertegas bentuk bibir dan hidung, hingga intervensi lain yang dinilai mengubah karakteristik alami hewan.
Penyelenggara menegaskan bahwa integritas kompetisi serta kesejahteraan hewan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, unta yang terbukti melanggar aturan langsung dikeluarkan dari perlombaan.
Meski insiden ini mencoreng sebagian peserta, festival tetap berlangsung dengan menampilkan unta-unta yang dinyatakan memenuhi kriteria dan mempertahankan keaslian penampilan mereka.
Kasus manipulasi kosmetik pada kontes unta sebelumnya memang pernah terjadi di sejumlah negara Teluk. Namun, jumlah diskualifikasi kali ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dan memicu perhatian luas dari publik global.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)