JAKARTA - Perjalanan operasi ini diakui Shaloom sebagai pengalaman emosional. Ia menyebut prosedur tersebut sebagai “major procedure” bagi dirinya, dengan salah satu kekhawatiran terbesar adalah perubahan fisik yang terlalu jauh dari wajah aslinya.
Meski begitu, ia merasa bersyukur karena seluruh proses berjalan lancar dan penuh dukungan. Shaloom juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang membantunya sejak tahap konsultasi hingga pendampingan selama di Korea Selatan.
Melalui unggahan di media sosial, Shaloom mengungkap bahwa dirinya melakukan upper blepharoplasty, ptosis correction, serta functional rhinoplasty.
Shaloom menjelaskan bahwa operasi hidung yang dijalaninya bukan semata-mata untuk alasan estetika, melainkan karena gangguan pernapasan yang sudah lama ia alami.
Shaloom juga mengaku memiliki struktur hidung yang bengkok. Kondisi itu membuat saluran pernapasan sebelah kanan sangat sempit.
“Operasi ini mainly untuk memperbaiki saluran nafasku,” tulisnya, dikutip dari akun instagramnya, Minggu (8/3/2026).