JAKARTA - Bibir kering merupakan salah satu keluhan yang kerap dialami masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini umumnya ditandai dengan bibir terasa kasar, pecah-pecah, hingga menimbulkan luka dan rasa perih. Meski terlihat sepele, bibir kering dapat mengurangi kenyamanan selama berpuasa, terutama ketika sahur dan berbuka.
Secara umum, bibir kering saat puasa disebabkan oleh berkurangnya asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Tidak adanya konsumsi makanan dan minuman sejak fajar hingga waktu berbuka dapat memicu dehidrasi ringan. Kondisi ini berdampak pada menurunnya produksi air liur, sehingga kelembapan alami bibir ikut berkurang dan memicu pecah-pecah.
Selain itu, kebiasaan menjilat bibir yang kerap dilakukan untuk mengatasi rasa kering justru dapat memperparah kondisi. Air liur memang memberikan efek lembap sesaat, tetapi setelah menguap, permukaan bibir menjadi semakin kering.
Kebiasaan merokok saat berbuka puasa juga dapat meningkatkan risiko bibir kering. Zat dalam rokok diketahui dapat menurunkan produksi saliva, sehingga area mulut dan bibir terasa lebih kering.
Di samping faktor tersebut, sejumlah kondisi medis seperti diabetes, infeksi jamur pada rongga mulut, HIV, dan stroke turut berkontribusi terhadap munculnya bibir kering. Beberapa obat yang digunakan untuk menangani penyakit tersebut memiliki efek samping berupa mulut dan bibir kering, terutama ketika dikonsumsi saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama.
Bibir yang pecah-pecah bisa menimbulkan rasa perih bahkan berdarah, sehingga mengurangi kenyamanan saat sahur dan berbuka. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya:
1. Cukupi Kebutuhan Cairan
Pastikan asupan cairan terpenuhi saat berbuka dan sahur. Perbanyak minum air putih serta konsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan segar dan makanan berkuah. Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Gunakan Pelembap Bibir
Oleskan pelembap bibir (lip balm) secara teratur untuk menjaga kelembapan. Pilih produk yang tidak mengandung bahan pemicu iritasi. Untuk menghindari kekhawatiran saat berpuasa, gunakan setelah berbuka atau sebelum tidur.
3. Konsumsi Makanan Kaya Vitamin dan Mineral
Perbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin B dan C. Vitamin B berperan dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk bibir, sementara vitamin C membantu proses perbaikan jaringan. Sumbernya antara lain kacang-kacangan, ikan, buah jeruk, mangga, pepaya, dan sayuran hijau.
4. Batasi Makanan Asin dan Pedas
Makanan dengan rasa kuat seperti asin dan pedas dapat memperparah kondisi bibir yang sedang kering. Jika bibir sedang pecah-pecah, sebaiknya kurangi konsumsi jenis makanan tersebut.
5. Hentikan Kebiasaan Menjilat Bibir
Alih-alih membantu, menjilat bibir justru membuatnya semakin kering karena air liur mudah menguap dan mengikis lapisan pelindung bibir.
6. Kurangi Minuman Berkafein
Minuman seperti kopi dan soda dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh. Jika sedang mengalami bibir kering, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein saat sahur maupun berbuka.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)