Selain itu, disarankan untuk tidak menambahkan gula, krimer, sirup, ataupun susu tinggi lemak yang justru akan menambah kalori dan memicu respons insulin. Meminum kopi manis saat sahur bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun drastis beberapa jam kemudian.
Hal inilah yang dapat memicu rasa lemas dan lapar lebih cepat di siang hari. Selain itu, meminum kopi saat perut kosong dapat memicu rasa mual, asam lambung naik, hingga nyeri ulu hati.
Maka, bagi yang memiliki riwayat maag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kopi saat sahur bisa memperparah gejala selama puasa berlangsung. Karena itu, sebaiknya konsumsi kopi setelah ada makanan di lambung, bukan dalam kondisi benar-benar kosong.
Artinya, meminum kopi selama bulan Ramadan masih diperbolehkan, namun dianjurkan untuk memilih kopi hitam dan dalam jumlah yang wajar. Kuncinya adalah tidak berlebihan, mengimbanginya dengan air putih yang cukup, serta menghindari tambahan gula berlebih.
Selain itu, perhatikan kondisi lambung masing-masing. Jika tidak memungkinkan, lebih baik mengurangi konsumsi kopi untuk sementara waktu demi menjaga kenyamanan selama berpuasa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)