Hal itu juga yang membuat risiko diabetes naik. Sementara kurma, seratnya yang tinggi membuat penyerapan gula menjadi lebih pelan dan terkontrol.
Hasilnya, gula darah naik secara bertahap dan stabil. Sehingga tidak membuat mudah lemas atau mengantuk setelah berbuka.
Menurut Budi, selama ini banyak yang salah mengartikan kalimat "berbuka dengan yang manis". Sehingga kebanyakan orang justru mengonsumsi apapun makanan dan minuman yang manis, meski mengandung gula yang tinggi.
Padahal sunnah Nabi menganjurkan memakan kurma saat berbuka puasa ternyata memang membuat lebih sehat dan mengandung penjelasan ilmiah.
"Jadi jelas ya teman-teman. Sunnah Nabi makan kurma itu ternyata sangat ilmiah dan sehat banget," tulis Budi dalam captionnya.
(Rani Hardjanti)