JAKARTA – Berikut daftar negara dengan durasi puasa Ramadhan terlama dan tersingkat di dunia. Puasa Ramadhan merupakan ibadah umat Islam dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam. Selain bernilai spiritual, puasa juga melatih disiplin dan memperkuat solidaritas sosial.
Lamanya waktu puasa sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan panjang siang hari di masing-masing wilayah. Negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa, seperti Indonesia, memiliki durasi puasa yang relatif stabil setiap tahunnya.
Sebaliknya, negara yang berada di lintang tinggi atau dekat kutub mengalami perbedaan waktu siang dan malam yang ekstrem, terutama saat musim panas dan musim dingin.
Beberapa negara di belahan bumi utara mengalami durasi puasa sangat panjang ketika Ramadhan bertepatan dengan musim panas.
Contohnya:
Pada periode tertentu, umat Muslim di wilayah tersebut dapat berpuasa hingga 18–21 jam, tergantung posisi matahari.
Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan cenderung memiliki durasi puasa lebih singkat ketika Ramadhan jatuh pada musim dingin.
Contohnya:
Durasi ini bisa berubah tergantung musim dan pergeseran kalender Hijriah.
Di Indonesia, durasi puasa berkisar antara 13–14 jam setiap hari sepanjang Ramadhan. Waktu ini relatif konsisten karena letak geografis Indonesia yang dekat dengan khatulistiwa.
Dari Sabang hingga Merauke, perbedaan waktu puasa tidak terlalu signifikan sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan ritme yang hampir sama.
Beberapa faktor utama yang menentukan durasi puasa di berbagai negara:
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah dengan tantangan waktu yang beragam, namun tetap dalam semangat yang sama.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)