Inilah Negara dengan Durasi Puasa Ramadhan Terlama dan Tersingkat di Dunia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 18 Februari 2026 15:08 WIB
Inilah Negara dengan Durasi Puasa Ramadhan Terlama dan Tersingkat di Dunia (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Berikut daftar negara dengan durasi puasa Ramadhan terlama dan tersingkat di dunia. Puasa Ramadhan merupakan ibadah umat Islam dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam. Selain bernilai spiritual, puasa juga melatih disiplin dan memperkuat solidaritas sosial.

Mengapa Durasi Puasa Ramadhan Berbeda di Setiap Negara?

Lamanya waktu puasa sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan panjang siang hari di masing-masing wilayah. Negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa, seperti Indonesia, memiliki durasi puasa yang relatif stabil setiap tahunnya.

Sebaliknya, negara yang berada di lintang tinggi atau dekat kutub mengalami perbedaan waktu siang dan malam yang ekstrem, terutama saat musim panas dan musim dingin.

Negara dengan Puasa Terlama di Dunia

Beberapa negara di belahan bumi utara mengalami durasi puasa sangat panjang ketika Ramadhan bertepatan dengan musim panas.

Contohnya:

  • Islandia: 19–21 jam
  • Norwegia (wilayah Tromsø): 18–20 jam
  • Greenland: bisa mencapai sekitar 20 jam

Pada periode tertentu, umat Muslim di wilayah tersebut dapat berpuasa hingga 18–21 jam, tergantung posisi matahari.

Negara dengan Puasa Tersingkat di Dunia

Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan cenderung memiliki durasi puasa lebih singkat ketika Ramadhan jatuh pada musim dingin.

Contohnya:

  • Argentina: 11–12 jam
  • Chili: 11–13 jam
  • Selandia Baru: sekitar 11–13 jam

Durasi ini bisa berubah tergantung musim dan pergeseran kalender Hijriah.

Durasi Puasa di Indonesia

Di Indonesia, durasi puasa berkisar antara 13–14 jam setiap hari sepanjang Ramadhan. Waktu ini relatif konsisten karena letak geografis Indonesia yang dekat dengan khatulistiwa.

Dari Sabang hingga Merauke, perbedaan waktu puasa tidak terlalu signifikan sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan ritme yang hampir sama.

Faktor yang Mempengaruhi Panjang Waktu Puasa

Beberapa faktor utama yang menentukan durasi puasa di berbagai negara:

  • Letak geografis – Negara di lintang tinggi mengalami perbedaan siang dan malam yang ekstrem.
  • Musim – Saat Ramadhan jatuh di musim panas, waktu puasa lebih panjang. Saat musim dingin, durasinya lebih singkat.
  • Garis lintang – Semakin jauh dari khatulistiwa, semakin besar perbedaan panjang siang dan malam.

Perbedaan ini menunjukkan bagaimana umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah dengan tantangan waktu yang beragam, namun tetap dalam semangat yang sama.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya