3. Atur Pola Tidur dengan Bijak
Ramadan sering kali mengubah jam tidur karena adanya sahur dan salat Subuh. Untuk itu, penting mengatur rutinitas tidur, misalnya dengan tidur lebih awal pada malam hari.
Selain itu, sebaiknya hindari tidur kembali setelah sahur untuk menjaga sistem pencernaan tetap optimal. Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk tidur siang singkat guna menjaga energi. Tidur yang cukup membantu tubuh mengatur hormon, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga suasana hati tetap stabil.
4. Sisipkan Aktivitas Ringan Sepanjang Hari
Puasa tidak berarti harus berdiam diri sepanjang hari. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki saat istirahat, melakukan peregangan di sela pekerjaan atau belajar, hingga olahraga ringan yang tidak menguras tenaga dapat membantu melancarkan sirkulasi darah. Aktivitas tersebut juga dapat mencegah rasa lemas yang sering muncul pada siang hari.
5. Kurangi Konsumsi Kafein
Meskipun kafein sering dianggap dapat menjaga kesegaran, selama Ramadan minuman berkafein justru berpotensi memperparah dehidrasi dan mengganggu pencernaan, terutama jika dikonsumsi saat sahur atau berbuka. Kafein dalam kopi maupun teh hitam dapat merangsang tubuh kehilangan cairan lebih cepat.
Karena itu, disarankan mengganti minuman berkafein dengan pilihan yang lebih ramah bagi tubuh selama berpuasa, seperti air putih, air kelapa, atau minuman hangat tanpa kafein.
(Rani Hardjanti)