JAKARTA - Dismenore atau nyeri haid adalah rasa tidak nyaman yang muncul sebelum hingga selama menstruasi. Intensitas nyeri yang dirasakan setiap perempuan bisa berbeda, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu.
Meski sering dianggap sebagai keluhan bulanan yang wajar, nyeri haid tetap perlu dipahami dengan baik. Karena ada beberapa nyeri yang bersifat abnormal. Agar tidak salah mengartikan sinyal tubuh, yuk, kenali lebih dalam seperti apa nyerinya.
Nyeri haid bisa terjadi akibat adanya kontraksi rahim selama menstruasi. Kontraksi ini dipicu peningkatan hormon prostaglandin yang fungsinya meluruhkan lapisan dinding rahim. Karena itu, timbul rasa nyeri yang biasanya ada pada perut bagian bawah.
Namun, ada beberapa faktor penyebab dismenore yang lebih serius seperti berikut:
Endometriosis terjadi saat jaringan yang mirip lapisan rahim tumbuh di luar tempatnya, misalnya indung telur, tuba falopi, atau rongga panggul. Jaringan ini bereaksi terhadap hormon haid sehingga menebal dan memicu perdagangan.
Karena jaringan berada di tempat yang tidak seharusnya, tubuh bereaksi dengan meradang dan pembentukan jaringan parut. Akibatnya, perempuan dengan endometriosis merasakan kram perut yang lebih hebat.
Disebut juga dengan miom, merupakan benjolan jinak yang tumbuh pada dinding rahim dan sering terjadi saat tahun reproduktif perempuan. Tumor jinak ini tidak bersifat kanker, tapi jika ukurannya membesar akan menimbulkan rasa nyeri.
Fibroid juga menjadi penyebab tekanan di panggul dan gangguan haid seperti pendarahan yang lebih banyak dan lama. Karena kontraksi rahim saat haid perlu lebih kuat untuk bisa mengeluarkan lapisan rahim yang memperparah kram.
Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi perempuan, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Penyebab utamanya adalah bakteri menular seksual atau infeksi lainnya.
Adanya infeksi memicu peradangan dan membentuk jaringan parut di panggul, sehingga haid lebih nyeri. Sebab, jaringan panggul menandakan organ dalam kondisi lebih sensitif dan mudah bereaksi dengan kontraksi rahim waktu haid.
Kondisi ini terjadi karena jaringan yang biasanya melapisi rahim justru tumbuh masuk ke dalam dinding otot rahim. Karena itulah, struktur rahim berubah jadi membesar.
Otomatis, nyeri haid akan terasa sangat menyakitkan karena rahim bekerja sangat keras untuk berkontraksi dan meluruhkan lapisan di dalamnya. Namun, adenomiosis termasuk masalah yang cukup langka.
Dismenore terjadi karena beberapa sebab dan gejalanya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Berikut inilah beberapa keluhan yang banyak perempuan rasakan:
Saat haid berlangsung, perut kembung kerap terjadi karena adanya perubahan hormon yang membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Inilah yang membuat perut selalu terasa penuh dan tidak nyaman.
Kontraksi rahim juga bisa memengaruhi kerja usus sehingga gas lebih murah terperangkap. Karena itulah, rasa kembung sering muncul bersamaan dengan nyeri haid.
Saat menstruasi, sebagian perempuan bisa mengalami diare atau justru sembelit. Hal ini dipicu oleh peningkatan hormon prostaglandin yang tidak hanya memengaruhi rahim tapi juga saluran pencernaan.
Prostaglandin dapat membuat gerakan usus menjadi lebih cepat atau tidak teratur. Inilah sebabnya, gangguan pencernaan sering muncul bersamaan dengan kram haid.
Beberapa perempuan bahkan mengalami mual dan muntah saat haid, biasanya berkaitan dengan peningkatan prostaglandin yang memengaruhi sistem pencernaan dan saraf. Hormon ini memicu rasa tidak nyaman di lambung dan menimbulkan keinginan untuk muntah.
Sementara itu, sakit kepala bisa terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini memengaruhi aliran darah dan sensitivitas saraf, sehingga kepala terasa nyeri saat menstruasi.
Rasa nyeri pada bagian bawah perut adalah keluhan yang paling umum terjadi. Nyeri muncul karena kontraksi rahim yang bertujuan meluruhkan lapisan dinding rahim.
Kontraksi yang terlalu kuat dapat mengurangi aliran darah ke jaringan sekitar. Karena itu, timbul rasa kram, nyeri, atau sensasi tertarik di perut bagian bawah.
Pada sebagian perempuan, nyeri haid sudah terasa satu hingga dua hari sebelum darah menstruasi keluar. Kondisi ini terjadi karena kadar prostaglandin mulai meningkat menjelang haid.
Peningkatan hormon tersebut memicu kontraksi rahim lebih awal. Inilah yang menyebabkan kram atau rasa tidak nyaman muncul bahkan sebelum menstruasi dimulai.
Selain gejala dismenore yang normal, ada juga beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya seperti:
Normalnya, nyeri haid akan berkurang dalam satu hingga tiga hari. Apabila nyeri terus bertahan bahkan sepanjang menstruasi atau setelahnya, kondisi ini perlu diperhatikan.
Sering kali, akibat nyeri yang berat meminum obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa jadi solusi. Namun, jika setelah meminumnya nyeri tak kunjung reda bisa menandakan masalah yang lebih serius.
Jika rasa nyeri berfokus pada area panggul dan sangat parah bahkan membuats tubuh sulit bergerak, ini bukan tanda yang normal. Rasa nyeri bisa saja terasa menusuk, dalam, dan juga menetap.
Sakit kepala saat haid yang ringan masih tergolong wajar akibat perubahan hormon. Namun, sakit kepala berat hingga terasa berdenyut atau disertai mual yang parah bisa diwaspadai.
Volume perdarahan haid yang sangat banyak, seperti harus sering mengganti pembalut dalam waktu singkat, merupakan tanda tidak normal. Kondisi ini bisa disertai nyeri hebat dan tubuh terasa lemas.
Apabila muncul tanda-tanda berbahaya ini, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab lebih lanjut. Dengan begitu, penanganan dini bisa didapatkan.
Nyeri haid sering kali datang bersamaan dengan perut kram, pegal, hingga rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas harian. Untuk membantu meredakannya, solusi praktis yang aman dan dipercaya adalah dengan Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan.
Minuman herbal ini diformulasikan dari bahan alami berkualitas, terutama kunyit dan asam jawa yang bermanfaat bagi kesehatan perempuan. Kunyit mengandung kurkumin yang berperan mengurangi peradangan dan meredakan kram otot rahim.
Sementara itu, asam jawa membantu melancarkan aliran darah menstruasi dan memberi sensasi segar yang membuat tubuh lebih nyaman saat haid. Kombinasi keduanya, menjadikan Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan sebagai pilihan praktis mengurangi nyeri haid.
Jika ingin mengonsumsinya, cukup 1-2 botol per hari saat menjelang dan selama menstruasi. Dengan rasanya yang segar dan kemasan praktis, minuman ini siap menjadi pendamping setiap saat datang bulan.
Yuk, hadapi menstruasi dengan lebih nyaman dan tetap aktif setiap hari. Siap sedia Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan di rumah dan saat bepergian akan membantu meredakan nyeri haid.
(Agustina Wulandari )