Sementara itu, sakit kepala bisa terjadi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan ini memengaruhi aliran darah dan sensitivitas saraf, sehingga kepala terasa nyeri saat menstruasi.
Rasa nyeri pada bagian bawah perut adalah keluhan yang paling umum terjadi. Nyeri muncul karena kontraksi rahim yang bertujuan meluruhkan lapisan dinding rahim.
Kontraksi yang terlalu kuat dapat mengurangi aliran darah ke jaringan sekitar. Karena itu, timbul rasa kram, nyeri, atau sensasi tertarik di perut bagian bawah.
Pada sebagian perempuan, nyeri haid sudah terasa satu hingga dua hari sebelum darah menstruasi keluar. Kondisi ini terjadi karena kadar prostaglandin mulai meningkat menjelang haid.
Peningkatan hormon tersebut memicu kontraksi rahim lebih awal. Inilah yang menyebabkan kram atau rasa tidak nyaman muncul bahkan sebelum menstruasi dimulai.
Selain gejala dismenore yang normal, ada juga beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya seperti:
Normalnya, nyeri haid akan berkurang dalam satu hingga tiga hari. Apabila nyeri terus bertahan bahkan sepanjang menstruasi atau setelahnya, kondisi ini perlu diperhatikan.
Sering kali, akibat nyeri yang berat meminum obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa jadi solusi. Namun, jika setelah meminumnya nyeri tak kunjung reda bisa menandakan masalah yang lebih serius.
Jika rasa nyeri berfokus pada area panggul dan sangat parah bahkan membuats tubuh sulit bergerak, ini bukan tanda yang normal. Rasa nyeri bisa saja terasa menusuk, dalam, dan juga menetap.