Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyeri Haid Normal dan Abnormal, Kapan Sebaiknya Waspada?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |14:19 WIB
Nyeri Haid Normal dan Abnormal, Kapan Sebaiknya Waspada?
Ilustrasi nyeri haid. (Foto: dok freepik)
A
A
A

JAKARTA - Dismenore atau nyeri haid adalah rasa tidak nyaman yang muncul sebelum hingga selama menstruasi. Intensitas nyeri yang dirasakan setiap perempuan bisa berbeda, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu. 

Meski sering dianggap sebagai keluhan bulanan yang wajar, nyeri haid tetap perlu dipahami dengan baik. Karena ada beberapa nyeri yang bersifat abnormal. Agar tidak salah mengartikan sinyal tubuh, yuk, kenali lebih dalam seperti apa nyerinya. 

Faktor Terjadinya Dismenore 

Nyeri haid bisa terjadi akibat adanya kontraksi rahim selama menstruasi. Kontraksi ini dipicu peningkatan hormon prostaglandin yang fungsinya meluruhkan lapisan dinding rahim. Karena itu, timbul rasa nyeri yang biasanya ada pada perut bagian bawah. 

Namun, ada beberapa faktor penyebab dismenore yang lebih serius seperti berikut:

1. Endometriosis 

Endometriosis terjadi saat jaringan yang mirip lapisan rahim tumbuh di luar tempatnya, misalnya indung telur, tuba falopi, atau rongga panggul. Jaringan ini bereaksi terhadap hormon haid sehingga menebal dan memicu perdagangan. 

Karena jaringan berada di tempat yang tidak seharusnya, tubuh bereaksi dengan meradang dan pembentukan jaringan parut. Akibatnya, perempuan dengan endometriosis merasakan kram perut yang lebih hebat. 

2. Fibroid Rahim 

Disebut juga dengan miom, merupakan benjolan jinak yang tumbuh pada dinding rahim dan sering terjadi saat tahun reproduktif perempuan. Tumor jinak ini tidak bersifat kanker, tapi jika ukurannya membesar akan menimbulkan rasa nyeri. 

Fibroid juga menjadi penyebab tekanan di panggul dan gangguan haid seperti pendarahan yang lebih banyak dan lama. Karena kontraksi rahim saat haid perlu lebih kuat untuk bisa mengeluarkan lapisan rahim yang memperparah kram. 

3. Radang Panggul 

Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi perempuan, termasuk rahim, tuba falopi, dan ovarium. Penyebab utamanya adalah bakteri menular seksual atau infeksi lainnya. 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement