Adanya infeksi memicu peradangan dan membentuk jaringan parut di panggul, sehingga haid lebih nyeri. Sebab, jaringan panggul menandakan organ dalam kondisi lebih sensitif dan mudah bereaksi dengan kontraksi rahim waktu haid.
Kondisi ini terjadi karena jaringan yang biasanya melapisi rahim justru tumbuh masuk ke dalam dinding otot rahim. Karena itulah, struktur rahim berubah jadi membesar.
Otomatis, nyeri haid akan terasa sangat menyakitkan karena rahim bekerja sangat keras untuk berkontraksi dan meluruhkan lapisan di dalamnya. Namun, adenomiosis termasuk masalah yang cukup langka.
Dismenore terjadi karena beberapa sebab dan gejalanya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Berikut inilah beberapa keluhan yang banyak perempuan rasakan:
Saat haid berlangsung, perut kembung kerap terjadi karena adanya perubahan hormon yang membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Inilah yang membuat perut selalu terasa penuh dan tidak nyaman.
Kontraksi rahim juga bisa memengaruhi kerja usus sehingga gas lebih murah terperangkap. Karena itulah, rasa kembung sering muncul bersamaan dengan nyeri haid.
Saat menstruasi, sebagian perempuan bisa mengalami diare atau justru sembelit. Hal ini dipicu oleh peningkatan hormon prostaglandin yang tidak hanya memengaruhi rahim tapi juga saluran pencernaan.
Prostaglandin dapat membuat gerakan usus menjadi lebih cepat atau tidak teratur. Inilah sebabnya, gangguan pencernaan sering muncul bersamaan dengan kram haid.
Beberapa perempuan bahkan mengalami mual dan muntah saat haid, biasanya berkaitan dengan peningkatan prostaglandin yang memengaruhi sistem pencernaan dan saraf. Hormon ini memicu rasa tidak nyaman di lambung dan menimbulkan keinginan untuk muntah.