Kenapa Valentine Dirayakan Setiap Tanggal 14 Februari? Ini Kisahnya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Kamis 12 Februari 2026 19:59 WIB
Kenapa Valentine Dirayakan Setiap Tanggal 14 Februari? Ini Kisahnya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Kenapa Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari? Hari Valentine diperingati setiap tahun pada 14 Februari sebagai perayaan global untuk menghormati cinta, kasih sayang, dan hubungan romantis.

Alasan mengapa Hari Valentine dirayakan pada tanggal tersebut berakar dari perpaduan tradisi Romawi kuno, kemartiran Kristen awal, serta kebiasaan romantis abad pertengahan. Secara historis, tanggal 14 Februari ditetapkan oleh Gereja Katolik pada abad ke-5 untuk memperingati Santo Valentine, seorang martir yang diyakini menikahkan pasangan secara diam-diam ketika pernikahan dilarang.

Seiring waktu, tanggal ini semakin erat dikaitkan dengan konsep cinta romantis, terutama pada abad ke-14 melalui karya-karya Geoffrey Chaucer. Dari situlah 14 Februari kemudian mengukuhkan posisinya sebagai hari perayaan cinta yang dikenal hingga saat ini.

Akar Sejarah 14 Februari

Untuk memahami mengapa Hari Valentine jatuh pada 14 Februari, perlu menelusuri pengaruh pagan dan Kristen.

Sebelum Kekristenan menyebar luas di Eropa, bangsa Romawi merayakan festival kesuburan bernama Lupercalia yang berlangsung pada 13–15 Februari. Ritual ini mencakup upacara penyucian, pengorbanan di gua Lupercal (tempat Romulus dan Remus diyakini dibesarkan oleh serigala betina), serta tradisi undian pasangan. Para pemuda mengundi nama wanita untuk menjadi pendamping selama festival, dan dalam beberapa kasus berujung pada pernikahan.

Ketika Kekristenan semakin berkembang, para pemimpin gereja berupaya menggantikan festival pagan dengan perayaan Kristen. Pada tahun 496 M, Paus Gelasius I menetapkan 14 Februari sebagai Hari Valentine, bertepatan dengan masa Lupercalia.

Langkah ini bertujuan menguduskan tanggal yang sudah penting dalam budaya Romawi, sekaligus mengubahnya menjadi hari untuk menghormati nilai-nilai Kristen seperti cinta, pengorbanan, dan kesetiaan. Strategi ini membantu transisi dari tradisi pagan ke Kekristenan dan memperkuat penetapan 14 Februari sebagai simbol kasih sayang.

Siapakah Santo Valentine?

Pertanyaan tentang mengapa Hari Valentine dirayakan pada 14 Februari juga berkaitan dengan identitas Santo Valentine. Catatan sejarah menunjukkan kemungkinan ada lebih dari satu martir Kristen bernama Valentine atau Valentinus.

Tokoh yang paling sering disebut adalah seorang imam di Roma pada abad ke-3 Masehi yang hidup pada masa Kaisar Claudius II. Menurut legenda, Claudius melarang pernikahan bagi para pemuda karena menganggap prajurit lajang lebih tangguh dalam pertempuran.

Valentine menentang kebijakan tersebut dengan menikahkan pasangan secara rahasia. Ketika aksinya terungkap, ia dipenjara dan dieksekusi sekitar 14 Februari tahun 269 M. Dalam kisah populer, selama di penjara ia menyembuhkan putri sipir yang buta dan mengirimkan surat bertuliskan “Dari Valentine-mu”, frasa yang masih digunakan hingga kini.

Teori lain menyebut seorang uskup dari Terni yang juga bernama Valentine dan wafat pada tanggal yang sama. Sejumlah sejarawan menduga kedua tokoh ini kemudian disatukan dalam tradisi. Meskipun demikian, Gereja Katolik menetapkan peringatan Santo Valentine pada 14 Februari dalam kalender liturgi hingga perubahan pada era Konsili Vatikan II di tahun 1960-an.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya