3. Melankolis
Anak dengan kepribadian melankolis dikenal analitis, peka, dan penuh pertimbangan. Mereka cenderung tenang, terencana, serta memiliki perhatian tinggi pada detail. Anak melankolis biasanya rapi, teliti, dan perfeksionis, dengan cara berpikir yang mendalam dan matang. Mereka adalah pengamat yang baik dan setia pada nilai yang diyakini.
Namun, kepekaan ini sering membuat anak melankolis mudah cemas dan terlalu kritis pada diri sendiri. Mereka bisa merasa takut gagal, mudah tersinggung, dan kesulitan menerima kritik. Ketika standar yang mereka pasang terlalu tinggi, anak melankolis kerap merasa tidak pernah cukup baik.
Sebagai orang tua, penting untuk menciptakan ruang yang aman bagi mereka. Berikan waktu sendiri agar anak bisa merenung, menenangkan diri, dan fokus tanpa tekanan. Hargai proses berpikir mereka, meski terkadang terlihat lambat di mata orang lain.
Tak kalah penting, bantu anak menghadapi kegagalan dengan sudut pandang yang sehat. Ajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari belajar, dan tidak semua hal harus berjalan sempurna. Dengan dukungan emosional yang tepat, anak melankolis akan tumbuh menjadi pribadi yang bijak, empatik, dan kuat secara mental.
4. Phlegmatis
Anak dengan kepribadian phlegmatis dikenal tenang, santai, dan penuh kedamaian. Mereka cenderung kalem, tidak menyukai konflik, mudah beradaptasi, serta menjadi pendengar yang baik. Kehadiran anak phlegmatis sering membawa suasana aman dan stabil di dalam keluarga.
Di balik ketenangannya, anak phlegmatis memiliki kesabaran tinggi, bersikap objektif, setia, dan terkadang humoris dengan caranya sendiri. Namun, sifat ingin aman ini juga bisa membuat mereka suka menunda, kurang tegas, dan sulit termotivasi. Saat menghadapi masalah, anak phlegmatis sering memilih diam daripada menyuarakan pendapat.
Peran orangtua sangat penting untuk membangkitkan keberanian mereka. Berikan target yang jelas, bantu anak memahami tujuan dan batas waktu agar mereka terbiasa bergerak dan bertanggung jawab. Hindari tekanan berlebihan, namun tetap konsisten dalam pendampingan.
Selain itu, dorong anak untuk berpendapat. Ajak mereka membuat pilihan sederhana, mengambil keputusan, dan menyampaikan perasaan dengan percaya diri. Dengan dukungan yang tepat, anak phlegmatis akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang, bijak, dan tegas tanpa kehilangan sisi damainya.
(Rani Hardjanti)