Catat Ayah Bunda! 2 Alasan Utama Kenapa Anak Punya Masalah Anger Issue

Pradita Ananda, Jurnalis
Minggu 01 Januari 2023 21:00 WIB
Anger issue pada anak, (Foto: Freepik)
Share :

MENGURUS anak memang bukan tugas orang tua yang mudah. Apalagi sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga memiliki emosi dan perasaannya sendiri.

Sebagian anak bisa dengan baik mengontrol perasaan dan emosi dalam dirinya. Tapi tak sedikit pula, anak yang larut dalam emosinya, sehingga berlanjut jadi punya masalah anger issue. Jika menyangkut anak-anak, kemarahan sering dilihat sebagai tantrum atau mengamuk, dan dikelola dengan kekerasan dan hukuman.

Namun dari kacamata ahli, kekerasan dan hukuman pada anak bukanlah cara untuk menghadapi situasi tegang pada anak-anak. Di balik anger issue, atau masalah emosi marah pada anak ada berbagai alasan yang mendasarinya.

Menurut Ambica Agarwal, ahli Praktisi Neuro-linguistic programming (NLP) bersertifikat, ada dua alasan utama mengapa anak-anak sering marah. Apakah dua alasan utama tersebut? Melansir Times of India, Minggu (1/1/2023) mari simak penjelasannya di bawah ini.

1. Kebutuhan yang tak terpenuhi: Ambica mengungkap, kebutuhan yang tidak terpenuhi adalah salah satu alasan utama di balik masalah kemarahan anak. Kebutuhan yang tidak terpenuhi di sini, adalah kebutuhan yang belum terpenuhi atau diabaikan begitu saja oleh orang tua.

Bagi sebagian besar anak, menjadi marah atau mengamuk sering kali dipandang jadi cara untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Marah-marah inilah bentuk cara mereka mengomunikasikan ketidakpuasan yang mereka sebagai anak, rasakan. Menurut ahli, orang tua sering salah paham tindakan ini sebagai sengaja berlaku menyebalkan.

2. Kurang power: Alasan kedua di balik masalah kemarahan pada anak-anak adalah 'kurangnya kekuatan', alias lack of power. Artinya anak merasa tidak memiliki suara atau wewenang atas apa yang diri mereka inginkan. Ini bisa sangat menyusahkan bagi anak-anak karena mereka, disebutkan lebih lanjut sebetulnya punya banyak hal untuk diungkapkan, namun terkadang tidak punya kata-kata untuk mengomunikasikannya.

(Foto: Freepik) 

Maka mereka mengungkapkannya dalam bentuk kemarahan dan amukan. Orang tua sering berpikir bahwa anak-anak, dengan menjadi marah, maka anak sama dengan mencoba memerintah dan ketakutan karena frustrasi. Tapi dari kacamata ahli, pandangan ini keliru ya ayah dan bunda!

 BACA JUGA:3 Manfaat Utama Rajin Berjemur Sinar Matahari

BACA JUGA:6 Manfaat Body Reflexology, Ampuh Kurangi Pegal di Tubuh

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya