Rasa frustasi Meghan, disebut memuncak ketika ia dan Pangeran Harry memulai tur kerajaan di Australia, Fiji, Tonga, dan Selandia Baru. Tur kerajaan pertama mereka bersama sebagai Duchess dan Duke of Sussex.
Valentine menyebut, pada dasarnya Meghan berhasil menampilkan imej positif kepada publik Australia. Pendekatan Meghan yang lebih santai, seperti dengan memberikan hadiah ke keluarga petani, membuat banana bread sendiri, dianggap memberikan angin segar pada imej sosok keluarga kerajaan.
Namun, Valentine mengklaim jika sudah di belakang layar maka semua itu akan berbeda.
“Tapi behind the scenes, itu adalah cerita yang berbeda,” klaim sang penulis.
Masih dalam buku yang sama, Valentine sebagai penulis juga menyiratkan tentang dugaan perlakuan kasar Meghan yang meningkat selama tur kerajaan terhadap para staf, terutama orang-orang yang terlibat dengan tim humas dan komunikasi Duke dan Duchess of Sussex.
(Rizky Pradita Ananda)