KECAP menjadi salah satu bahan bumbu makanan yang menjadi keseharian masyarakat Indonesia. Banyak kuliner khas Indonesia yang dimasak maupun dikonsumsi bersama kecap, baik itu kecap manis atau asin.
Sebut saja misalnya, nasi goreng, semur, ayam panggang, rawon, bahkan soto, yang bumbu kecapnya kadang ikut dituang di atas nasi hangat atau dicampur bersama kuahnya.
Begitu akrab menjadi bumbu makanan sehari-hari masyarakat kita, seperti yang disebutkan Antropolog Makanan, Hardian Eko Nurseto, sejumlah daerah di Indonesia sampai mempunyai kecapnya masing-masing.
“Tiap kecap punya pasangan (makanan) masing-masing, sesuai dengan karakter rasa kulinernya dari daerah tertentu,” ujarnya saat ditemui usai Pameran Jaga Warisan Nusantara (Jagantara) di Ashta District 8, SCBD, Jakarta, belum lama ini.
(Foto: MPI/ Siska)
Menariknya lagi, Seto juga mengungkap bahwa ada dua jenis kecap. Yaitu, kecap yang enak dijadikan bumbu masak dan kecap cocol atau yang biasa dijadikan saus cocolan makanan.
“Ada kecap cocolan atau yang dimakan langsung. Ini (jenis kecap) bukan bumbu (yang dimasak) tetapi jadi saus,” jelasnya.
Alumni MasterChef Indonesia season 8 tersebut menjelaskan, meski sekilas tampak sama tapi kecap untuk bahan masakan dengan kecap untuk dipping atau cocolan itu punya perbedaan pada aroma dan rasanya.
“Biasanya, yang jadi kecap cocol itu punya layer rasa lebih banyak dan aromatik atau aromanya lebih kuat, jika dibandingkan kecap untuk masak,” tutup Hardian singkat.
BACA JUGA:Tak Cuma Sambal, Indonesia Juga Punya Beragam Kecap Manis Loh
BACA JUGA:Cara Membuat Sate Ayam Sambal Kecap Manis Gurih ala Jarle Kul
(Rizky Pradita Ananda)