Pesona Borobudur Saat Waisak yang Perlu Anda Ketahui

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 16 Mei 2022 20:18 WIB
Candi Borobudur. (Foto: Wonderfulimage/Masday)
Share :

Berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur terkenal sebagai candi umat Buddha terbesar yang ada #DiIndonesiaAja. Bagi masyarakat internasional, Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia yang juga diakui oleh UNESCO.

Lokasinya berada di antara beberapa gunung di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yaitu Gunung Merbabu (timur), Gunung Sumbing (selatan), dan Gunung Merapi (barat laut), dan Gunung Sindoro (utara). Tidak mengherankan bila pemandangan di sekitar Candi Borobudur sangat menawan.

Namun, ada fakta menarik di balik keindahan Candi Borobudur. Mari simak beberapa di antaranya.

1. Dibangun Dinasti Syailendra

Candi Borobudur sebagai salah satu candi tertua di Indonesia sudah berusia ratusan tahun. Tepatnya, Candi Borobudur dibangun pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu sekitar tahun 824, pada masa Dinasti Syailendra. Proses pembangunannya cukup lama yaitu diperkirakan selama sekitar 100 tahun.

2. Falsafah Buddha

Candi Borobudur ini diperkirakan dibangun dengan sekitar 2 juta balok komponen penyusun candi. Di dalamnya terdapat 1 stupa induk, 72 stupa, dan 504 arca batu dengan 1460 ukiran relief yang menceritakan kisah Buddha dan ajarannya.

Pada Candi Borobudur, terdapat 10 tingkatan dari tingkatan paling bawah hingga ke bagian puncaknya. Formasi Candi Borobudur ini mengandung makna tiga filosofi Buddha, yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia yang berbentuk/fisik), dan Arupadhatu (dunia tidak berbentuk).

3. Terkubur abu vulkanik

Akibat erupsi Gunung Merapi, Candi Borobudur sempat “lenyap”. Keberadaannya tersamarkan karena terkubur abu vulkanik dan terabaikan bertahun-tahun lamanya. Barulah pada 1814, terdapat penemuan bukit dengan bebatuan yang memiliki ukir-ukiran.

Pada 1835, mulailah diadakan penggalian untuk menemukan bagian-bagian candi lainnya. Berlanjut pada 1907, Candi Borobudur mengalami pemugaran pertama kali dan berlanjut hingga tahun 1983.

Kemegahan Candi Borubudur ini akan berlipat ganda saat perayaan Waisak tiba. (Foto: Barry Kusuma)

4. Situs warisan dunia

UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia atas beberapa kriteria. Pertama, kompleks Candi Borobudur adalah karya aristektural penganut agama Buddha yang terdiri dari bagian stupa utama dan stupa lainnya, bangunan candi, serta area sekitar yang dikelilingi sejumlah gunung. Konon di sekitar Candi Borobudur juga terdapat sejumlah sungai kecil, tetapi sungai ini telah rata dengan tanah akibat erupsi gunung berapi.

Kedua, Candi Borobudur merupakan karya arsitektural mengagumkan yang dibangun pada abad IX, yang menjadi suatu kemajuan besar di zamannya. Ketiga, Candi Borobudur mampu menggambarkan konsep ajaran agama Buddha mengenai nirwana atau surga.

Itulah istimewanya Candi Borobudur, salah satu aset wisata yang hanya ada di #WonderfulIndonesia. Layaklah bila hampir tiap tahun perhelatan hari raya umat Buddha banyak dipusatkan di Candi Borobudur, termasuk perayaan Waisak tahun 2022 ini.

Perayaan Waisak memiliki makna kelahiran Siddharta, Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana. Sedikit informasi tambahan, dalam keyakinan umat Buddha, Siddharta merupakan pencetus agama Buddha. Untuk saat ini, Tema Waisak Nasional 2022 adalah Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati.

Sementara itu, subtemanya adalah mengajak segenap umat Buddha untuk mengaktualisasikan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari untuk menuju pencerahan sempurna tanpa batas. Penerapan tema ini adalah dengan cara saling bersatu dalam menjalankan perbuatan baik penuh amal dan kebajikan, memajukan keluhuran diri setiap pribadi, berbahagia dengan buah karma baik, dan keberuntungan baik sepanjang masa.

Perayaan Waisak dipusatkan pada tanggal 16 Mei 2022. Namun, sebelumnya telah diadakan sejumlah rangkaian pergelaran acara. Pada 14 Mei 2022, diadakan pembagian sembako untuk masyarakat yang membutuhkan atau fakir miskin dan pengiriman api alami dari sumber api “abadi” Mrapen, Grobogan.

Prosesi pengambilan api dharma waisak di Mrepen (Foto : Wonderfulimage/Masday)

Berlanjut pada tanggal 15 Mei 2022 dengan pengambilan sumber air dari Umbul Jumprit, Temanggung. Rangkaian acara ini diakhiri dengan puncak acara pada 16 Mei 2022 berupa pelepasan ribuan lampion ramah lingkungan di sekitar Candi Borobudur.

Perayaan Waisak ini merupakan momentum yang penting, mengingat selama 2 tahun belakangan perayaan Waisak absen akibat pandemi Covid-19. Meskipun kurva pandemi telah menurun, perayaan Waisak di Candi Borobudur dijalankan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Prosesi menerbangkan lampion pada perayaan Waisak (Foto : Wonderfulimage/Masday)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, perayaan Waisak di Borobudur ini juga menggemakan kembali posisi Candi Borobudur sebagai monumen sekaligus tempat peribadatan umat Buddha Indonesia dan dunia, sehubungan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara 4 Menteri dan 2 Gubernur pada 11 Februari 2022. Penandatanganan ini akan lebih mendukung pengembangan destinasi Candi Borobudur sebagai warisan budaya dengan beragam nilai-nilai budaya dan sejarahnya.

“Untuk ke depannya, kami mengajak segenap umat Buddha untuk terlibat aktif dalam penataan Candi Borobudur dan fasilitasnya,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga mengatakan di masa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia harus bangkit dengan mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.

"Hal ini sesuai dengan tren pariwisata pascapandemi COVID-19 yang costumize, personalize, localize, dan smaller in size dengan menekankan aspek keamanan, kesehatan, konservasi bagi alam, budaya dan lingkungan, serta digitalisasi," kata Sandiaga. Harapan ke depannya akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan kesejahteraan bagi para pelaku yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.

Anda pun bisa menyaksikan perayaan Waisak di Candi Borobudur meskipun bukan menganut agama Buddha. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, tetap bersikap sopan serta mengenakan pakaian yang rapi serta lebih tertutup untuk menghormati jalannya acara.

Meskipun Anda datang bersama keluarga atau teman-teman, tetaplah menjaga sikap dan menjaga ketenangan agar tidak mengganggu kekhidmatan acara. Ini karena dalam rangkaian acara Waisak, dipanjatkan doa-doa dalam sejumlah sesinya. Pilihlah posisi yang telah ditentukan panitia acara agar tidak menghalangi rombongan biksu dan umat Buddha yang akan menjalani prosesi Waisak.

Anda bisa memotret, tetapi usahakan posisi memotret tidak mengganggu jalannya acara. Hindari pula menggunakan lampu kilat kamera untuk menghormati perayaan Waisak. Di sisi lain, mengunjungi Candi Borobudur dan menyaksikan prosesi acara Waisak dengan sopan juga merupakan salah satu bentuk penghormatan dan toleransi umat beragama.

Ketika berkunjung ke Candi Borobudur saat Waisak, Anda juga bisa mengunjungi desa-desa wisata yang ada di sekitar Candi Borobudur yang menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik seperti desa Candirejo, desa Tanjungsari, desa Wanurejo dan masih banyak lagi.

Jangan lupa untuk mencicipi beragam kuliner lezat khas Magelang dan #BeliKreatifLokal yang ada di sekitar Candi Borobudur untuk oleh-oleh di rumah. Jika ingin mendapatkan inspirasi wisata ketika liburan ke Candi Borobudur atau destinasi lainnya yang ada #DiIndonesiaAja, Anda bisa follow Akun Instagram @pesona.indonesia ada banyak informasi seputar destinasi wisata dan ekonomi kreatif.

Anda juga bisa ikutan Pesona Punya Kuis (PUKIS) yang diselenggarakan Kemenparekraf dan ada hadiah menarik seperti merchandise Wonderful Indonesia dan uang elektronik senilai jutaan rupiah.

Selama beriwisata upayakan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan baik, tidak lupa juga untuk memilih tempat menginap yang sudah tersertifikasi CHSE, Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environmental Sustainability (Ramah lingkungan).

Sertifikasi ini diberlakukan kepada setiap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dan memberikan jaminan keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi wisatawan yang berkunjung #DiIndonesiaAja. Jadi, sudah tidak ragu untuk jalan-jalan kan? Yuk, segera rencanakan liburan #DiIndonesiaAja! (WLD/VAL)

CM

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya