BANYAK orang yang susah tidur dan gelisah sepanjang malam. Namun ada juga orang yang malah kebanyakan tidur.
Bahkan ia bisa tidur lebih dari 10 jam per hari. Kondisi ini disebut dengan 'long sleep' dan apakah itu berbahaya untuk kesehatan?
Dijelaskan Dokter Spesialis Saraf dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), sejatinya efek dari tidur panjang tersebut tidak ada. Namun, kebiasaan itu bisa menjadi tanda atau gejala kondisi tertentu.
"Jika Anda tidur panjang, ini harus dicari tahu penyebabnya, apakah ada penyakit yang tak terdeteksi, atau akibat dari obat tertentu. Ya, harus diteliti lebih lanjut," papar dr Manfaluthy belum lama ini.
Tapi, salah satu kondisi penyakit yang bisa dikenali dari kebiasaan tidur panjang atau durasinya lebih dari normalnya adalah hypersomnolence.
Ini adalah penyakit kantuk berlebih yang dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit, misalnya meliputi jetlag, aktivitas berat, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, kehamilan, alkohol, atau sebelumnya sulit tidur.
Di sisi lain, Ahli Kedokteran Anak Prof Rini Sekartini menerangkan, sejatinya setiap rentang usia punya durasi tidur yang berbeda. Hal ini juga harus diperhatikan supaya Anda tidak asal meng-cap tidur lama.
"Jangan kaget, anak pra sekolah itu harus tidur 10-13 jam per hari, beda dengan orang dewasa muda yang kisaran tidurnya berdurasi 7-8 jam yang ideal," katanya di acara serupa.
Secara detail, Prof Rini memberikan daftar durasi waktu ideal dalam setiap rentang usia, berikut uraiannya:
BACA JUGA:H+1 Lebaran Rest Area KM 33 Tol Japek Sepi, Pedagang Sampai Tertidur
1. Newborns (0-3 bulan) : 14-17 jam
2. Infant (4-11 bulan): 12-15 jam
3. Toddler (1-2 tahun): 11-14 jam
4. Preschoolers (3-5 tahun): 10-13 jam
5. School age (6-13 tahun): 9-11 jam
6. Teenagers (14-17 tahun): 8-10 jam
7. Adult (18-64 tahun): 7-9 jam
8. Older Adults (lebih dari 65 tahun): 7-8 jam.
(Dyah Ratna Meta Novia)