RAMBUT merupakan mahkota baik perempuan maupun laki-laki. Sebab rambut sangat menunjang pemapilan.
Oleh karena itu, jangan sampai botak ya Ladies! Kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari adalah batas normal. Namun apakah Anda menghitung jumlah helai yang rontok dari kepala?
Lalu bagaimana cara mudah untuk mengetahui apakah kerontokan yang dialami melewati batas normal?
Ahli trikologi menjelaskan, rambut rontok pada wanita adalah hal umum yang sering terjadi, terutama pada wanita usai melahirkan.
Fakta lainnya, sekitar 40 hingga 50 persen wanita akan mengalami kerontokan rambut dala satu fase di kehidupan mereka.
"Karena ada begitu banyak penyebab rambut rontok yang berbeda, perubahan hormonal, diet, pengobatan, penyakit, stres, genetika, dan banyak lagi, hal ini sangat umum terjadi pada wanita," kata Gretchen Friese, ahli trikologi bersertifikat untuk BosleyMD seperti dikutip dari Realsimple.
Friese menerangkan, ada peningkatan kerontokan rambut pada wanita sejak awal pandemi yang sebagian besar disebabkan oleh stres akibat lockdown serta burnout. Kerontokan rambut sementara ini disebut dengan telogen effluvium.
Singkatnya, lonjakan hormon stres menghentikan fase pertumbuhan (anagen) dari siklus rambut, yang mengakibatkan terlalu banyak rambut rontok. Hal yang sama terjadi pada wanita yang sedang hamil. Untungnya, telogen effluvium bersifat sementara, dan pemulihan biasanya dimulai dalam tiga hingga enam bulan.
Tanda-tanda rambut rontok melewati batas normal
1. Kunciran rambut menjadi lebih tipis
"Jika kunciran lebih tipis daripada sebelumnya, itu bisa jadi penanda termudah bahwa rambut telah mengalami penipisan," kata Friese.
Selain itu, Anda mungkin juga bisa membedakannya dengan merasakan kunciran di tangan menjadi lebih kecil dari biasanya.
2. Belahan rambut melebar
Cobalah untuk memperhatikan belahan rambut Anda, baik belah tengah ataupun pinggir. Jika terlihat ada lebih banyak kulit kepala daripada biasanya, itu bisa menjadi pertanda rambut rontok.
Untuk memastikannya, Anda bisa secara rutin mengambil foto belahan rambut sehingga dapat membandingkannya dari waktu ke waktu. Setel alarm di ponsel sebagai pengingat.
3. Garis rambut semakin surut
Wanita cenderung mengalami garis rambut surut dibandingkan dengan pria, karena pada umumnya wanita mengalami penipisan rambut secara keseluruhan. Namun, garis rambut yang surut pada kaum wanita bukan tidak mungkin, dan itu juga dapat terjadi karena sesuatu yang disebut "traction alopecia". Ini adalah jenis rambut rontok yang disebabkan oleh kuncir kuda yang ketat, sanggul, kepang, atau bahkan ekstensi rambut yang terlalu berat.
4. Volume rambut mengempis
Jika melihat volume rambut menjadi lebih sedikit dari biasanya (bukan karena Anda tidak mengenakan hair spray) ini bisa menjadi tanda rambut telah mengalami kerontokan yang berlebihan. Hanya Anda yang tahu ketebalan dan volume rambut biasanya, jadi carilah perubahan kecil yang terlihat.
5. Jumlah rambut rontok di sisir meningkat
Sama seperti makhuk hidup lainnya, rambutpun memiliki siklus melalui dua fase, yaitu fase pertumbuhan (anagen) dan istirahat (telogen).
"Mayoritas folikel rambut kita biasanya berada dalam fase anagen. Namun, jika ada ketidakseimbangan, misalnya stres, bisa terjadi pergeseran ke fase telogen,” jelas Sunitha Posina, MD, internis bersertifikat di New York City.
Jika terdapat lebih banyak rambut rontok di lantai, sisir, hingga di saluran pembuangan kamar mandi, bisa jadi kerontokan yang dialami sudah cukup parah dan akan menjadi masalah bila terus berlanjut.
Jika gejala-gejala tersebut terus berlanjut, bisa jadi rambut sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Tindakan yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan ahli trikologi, dokter kulit atau dokter spesialis rambut rontok.
(Dyah Ratna Meta Novia)