Karenanya, dokter mata harus memasukkan pengurangan stres ke dalam rencana perawatan mereka. Mereka juga harus berhati-hati untuk tidak menyebabkan lebih banyak stres pada pasien mereka saat memberi diagnosis.
"Perilaku dan kata-kata dokter yang merawat dapat memiliki konsekuensi yang luas untuk prognosis kehilangan penglihatan. Banyak pasien diberitahu bahwa prognosisnya buruk dan mereka harus bersiap untuk menjadi buta suatu hari nanti," tutur Dr. Muneeb Faiq di Departemen Oftalmologi Fakultas Kedokteran Universitas New York.
"Bahkan ketika ini jauh dari kepastian dan kebutaan total hampir tidak pernah terjadi, ketakutan dan kecemasan yang muncul adalah beban ganda neurologis dan psikologis dengan konsekuensi fisiologis yang sering memperburuk kondisi penyakit," tambah dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)