Ambil napas dalam-dalam
Ada banyak hal yang bisa dikatakan untuk kekuatan napas dalam-dalam, apakah Anda sangat bahagia atau sangat marah sehingga Anda tidak dapat berbicara. Memperlambat dan memperhatikan napas Anda tidak akan membuat emosi hilang (dan ingat, itu bukan tujuannya).
Namun, latihan pernapasan dalam dapat membantu Anda menenangkan diri dan mengambil langkah mundur dari kilatan emosi pertama yang intens dan reaksi ekstrem apa pun yang ingin Anda hindari.
Buat jurnal suasana hati
Menulis (atau mengetik) perasaan Anda dan respons yang dipicunya dapat membantu Anda menemukan pola yang mengganggu. Terkadang, cukup untuk melacak emosi secara mental melalui pikiran Anda. Menempatkan perasaan di atas kertas dapat memungkinkan Anda untuk merenungkannya lebih dalam.
Ini juga membantu Anda mengenali ketika keadaan tertentu, seperti masalah di tempat kerja atau konflik keluarga, berkontribusi pada emosi yang lebih sulit dikendalikan. Mengidentifikasi pemicu spesifik memungkinkan untuk menemukan cara untuk mengelolanya secara lebih produktif.
Penjurnalan memberikan manfaat paling besar ketika Anda melakukannya setiap hari. Simpan jurnal Anda bersama Anda dan catat emosi atau perasaan yang intens saat itu terjadi. Coba perhatikan pemicu dan reaksi Anda. Jika reaksi Anda tidak membantu, gunakan jurnal Anda untuk mengeksplorasi kemungkinan yang lebih bermanfaat untuk masa depan.
(Martin Bagya Kertiyasa)