KADAR kolesterol dalam tubuh dapat berpengaruh pada beberapa risiko penyakit. Jika terlalu tinggi, maka akan meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.
Bahkan, kolesterol tinggi bisa menimbulkan gejala yang berat seperti serangan jantung ataupun stroke. Karenanya, ada baiknya jika pemeriksaan kolesterol dilakukan secara rutin.
Tapi berbeda dengan gula darah, pemeriksaan kolesterol untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau dislipidemia tidak dianjurkan melalui ujung jari.
Ketua Divisi Endokrin Metabolik dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr. dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD, mengatakan, pemeriksaan kolesterol lewat ujung jari hasilnya tidak akurat.