Awalnya alat itu diujicobakan pada tujuh wanita gemuk yang sehat dari Dunedin di Selandia Baru selama dua minggu.
Tapi kebanyakna peserta mengeluh bahwa perangkat itu sulit digunakan dan juga menyebabkan ketidaknyamanan saat berbicara.
Prof Paul Brunton dari University of Otago mengatakan penghalang utama yang menghentikan penurunan berat badan adalah "kepatuhan".
Dia mengatakan bahwa alat tersebut membantu membangun kebiasaan baru yang dapat memulai proses diet.
"Ini adalah alternatif non-invasif, reversibel, ekonomis dan menarik untuk prosedur bedah," ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)