Ia menambahkan bahwa membutuhkan dua bulan rawat inap, dan kehilangan sekitar 400.000 yuan atau lebih dari Rp863 juta dalam kontrak kerja. Lebih buruknya, kerusakan pada hidungnya begitu parah sehingga dia tidak dapat menjalani operasi rekonstruksi setidaknya selama satu tahun.
Ia harus menunggu sampai jaringan hidungnya sembuh sepenuhnya. Berdasarkan penyelidikan, klinik yang mengoperasi aktris tersebut telah menerima lima hukuman administratif antara Maret dan Oktober 2020, meskipun alasannya tidak jelas.
Tampaknya ini bukan kondisi yang aneh, sebab data resmi menunjukkan bahwa pada 2019 jumlah klinik operasi plastik yang tidak memenuhi syarat melebihi 60.000. Angka itu diyakini lebih tinggi lagi pada saat ini.
(Dyah Ratna Meta Novia)