Di sisi lain, diterangkan warga Surabaya yang kini merantau di Jakarta, Dewi, sudah sepatutnya warga Surabaya mendukung sepenuhnya upaya perlawanan virus corona yang diatur pemerintah. Jangan ada lagi warga yang bandel dengan mengacuhkan protokol kesehatan.
"Kita perantau aja di Jakata menahan diri buat enggak pulang ke Surabaya biar corona nggak meluas harapannya. Eh ternyata dari pekan lalu angka corona di Jawa Timur terus melonjak," katanya saat diwawancarai Okezone, Kamis (4/6/2020).
Dewi melanjutkan, fakta miris ketika ia melihat kabar di media sosial. Ya, banyak orang Surabaya, terutama anak muda, ternyata masih banyak yang keluyuran. "Angel dikandani (susah dibilangi-red) bahasanya. Jadi, beda daerah beda perilaku juga," sambungnya.
Dewi pun kini merasa was-was dan penasaran dengan suasana Surabaya sekarang, apakah sepi atau biasa saja. "Kalau dengar cerita saudara-saudara di sana, katanya di Surabaya masih beraktivitas normal, kerja ke kantor walau PSBB. Aturan untuk itu enggak dijelaskan dengan detail," keluhnya.
Semoga Surabaya segera pulih dari kondisi saat ini, ya. Ayo berani lawan corona!
(Martin Bagya Kertiyasa)