Tara menambahkan, sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin beresiko jika dilakukan secara berulang.
“Menyadari apa yang kita cemil dan mengonsumsinya dengan penuh perhatian adalah inti dari ngemil lebih bijak," tambah dia.
Selain itu, tambahnya, kebiasaan ngemil sesungguhnya bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian. Tentunya juga menjaga stabilitas metabolisme tubuh, asal dilakukan dengan bijak.