Tak hanya itu, dalam hasil penelitian terbaru yang melibatkan 350 orang dewasa, ditemukan bahwa perasaan bahagia juga ampuh mencegah mereka dari paparan virus influenza.
Penelitian itu didukung oleh uji coba terhadap mahasiswa kedokteran gigi yang menjelaskan kisah serupa. Siswa-siswa ini melaporkan suasana hati mereka sebanyak tiga kali seminggu selama hampir dua bulan.
Mereka juga mengumpulkan sampel air liur sehingga efektivitas sistem kekebalan tubuh mereka dapat dinilai. Ketika sistem kekebalan tubuh siswa di uji dengan pil yang mengandung protein dari darah kelinci, respons terhadap bahan asing ini ternyata bergantung pada suasana hati mereka.
Respons sistem kekebalan lebih lemah pada hari-hari yang ditandai oleh suasana hati negatif, dan lebih tinggi pada hari-hari yang ditandai oleh suasana hati positif.
(Dewi Kurniasari)