Bicara mengenai kepercayaan, sambung Iva, dalam melihat aspek platform economic digital or online, Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Purworejo itu melihat kesempatan kepercayaan masyarakat setempat terhadap leluhur. Pelaku merasa bahwa kultur lingkungan tersebut dapat dimanfaatkan.
Makanya, Iva juga cukup yakin bahwa Raja dan Ratu Sejagat Purworejo itu sebelumnya melakukan survei. Bisa dibilang juga melakukan riset kecil-kecilan untuk mengenal kultur di sana seperti apa. Sebab, mereka tahu dan juga nekat mengajak investasi.
"Pada akhirnya, Raja dan Ratu Sejagat Purworejo kerajaan halusinasi hanya ingin mengeruk keuntungan dari para korban, dengan mengandalkan kepercayaan yang begitu kuat dimiliki warga sekitar kerajaan. Ujung-ujungnya mau meras para korban tapi dikemas dengan bumbu budaya," tegasnya.
(Dewi Kurniasari)