Berdasar penyelidikan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, diketahui terdapat 450 pengikut Kerajaan Agung Sejagat. Mereka bahkan diminta untuk memberikan sejumlah uang untuk kelangsungan hidup kerajaan yang mereka banggakan.
Lalu, bagaimana bisa orang-orang tersebut secara sadar mau memberikan uang untuk Kerajaan Agung Sejagat? Salah satu informasi yang beredar menerangkan bahwa pengikutnya dijanjikan mendapatkan jabatan dalam jajaran kerajaan dan gaji dalam bentuk uang dolar AS.

Menjadi pertanyaan berikutnya, kenapa orang-orang yang bisa dikatakan berduit itu mau memberikan uang selain karena dijanjikan kesejahteraan dalam hal materialistik?
Psikolog Sosial Ade Iva Wicaksono mengatakan, pencipta Kerajaan Agung Sejagat berhasil 'mengendalikan' kepercayan masyarakat. Kultur masyarakat di sekitar kerajaan yang masih percaya pada leluhur dan nilai-nilai kebudayaan menjadi senjata ampuh mengendalikan masyarakat.
"Bisa dilihat dari paparan sang raja yang katanya membuat kerajaan itu dari wangsit yang ia terima. Selain itu, adanya prasasti, kolam air yang besar, dan area dengan tiang-tiang kayu tinggi, memberi semacam stimulasi pada masyarakat bahwa Kerajaan Agung Sejagat memang benar adanya," ungkap Iva, Jumat (17/1/2020).
Kepercayaan ini yang akhirnya membuat pola pikir masyarakat berhasil dimainkan. Apalagi raja dan ratu Kerajaan Agung Sejagat berakting layaknya pasangan kerajaan sesungguhnya.