SEMUA orang tua berkewajiban mendukung tumbuh kembang anak sedini mungkin, terutama saat usia mereka masih terbilang produktif. Caranya pun sangat beragam. Namun yang paling efektif dan mudah untuk dilakukan adalah mengajak anak belajar sambil bermain.
Jadi jangan heran jika belakangan ini muncul berbagai jenis video game yang didesain khusus untuk memicu dan menumbuhkan kreativitas anak. Video game juga tidak lagi dipandang sebelah mata, setelah kegiatan ini dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga profesional di berbagai kompetisi bertaraf internasional.
Sayangnya, video game ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak dikontrol dengan baik. Apalagi kalau sudah sampai pada tahap kecanduan. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi.
Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat seseorang kecanduan bermain video game, baik faktor internal maupun eksternal. Banyak orang yang menganggap bahwa bermain video game merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan sehingga dapat menjadi alternatif hiburan semata atau hanya mengisi waktu luang.
“Faktornya ada banyak sekali. Sebagian orang merasa bermain game bisa dijadikan untuk pelarian dari masalah-masalah di kehidupan nyata. Hal-hal seperti ini kalau tidak dikontrol dengan baik tentu akan membuat seseorang terlena dan pada akhirnya jadi sebuah kebutuhan dan jadi terikat, kemudian menjadi candu,” tegas Meity saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Sabtu (23/3/2019).