Rujak & Gorengan di Meja Diplomatik Indonesia-China

Antara, Jurnalis
Kamis 27 September 2018 14:14 WIB
Rujak sebagai menu pertemuan diplomatik Indonesia-China (Foto:Cafebetawi)
Share :

Rujak dan gorengan yang disajikan Sih Elsiwi Oratmangun yang mendampingi sang suami, Djauhari Oratmangun, tandas di piring Wamenlu China.

Memang lidah tak bertulang, tapi urusan selera, lidah tidak akan bohong. Sang wakil menteri mengambilnya lagi dari piring besar ke piring yang lebih kecil di tangannya sambil berbisik kepada asisten perempuannya untuk mencicipi makanan khas Nusantara itu.

Diplomasi Kuliner Sebagian besar dari ratusan hadirin di acara yang digelar KBRI Beijing di Hotel Four Seasons itu adalah para diplomat dan atase dari negara-negara sahabat.

Hidangan yang tersajikan pun hampir seluruhnya jajanan khas Nusantara. "Cocok kanggo ilat ndeso (Jawa: sesuai dengan lidah orang kampung)," komentar seorang istri staf KBRI Beijing saat mengambil makanan pencuci mulut yang terbuat dari tepung sagu dicampur santan dan gula merah di meja saji.

Selain rujak, nasi goreng turut menjadi primadona karena pada malam itu mampu memenuhi piring di tangan para diplomat dari benua Eropa dan Amerika.

Formasi "standing party" sangat pas untuk para diplomat. Mereka berkerumun di meja-meja kecil bukan lagi membahas hubungan multilateral di tengah kecamuk perang dagang AS-China.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya