Rujak & Gorengan di Meja Diplomatik Indonesia-China

Antara, Jurnalis
Kamis 27 September 2018 14:14 WIB
Rujak sebagai menu pertemuan diplomatik Indonesia-China (Foto:Cafebetawi)
Share :

Tidak salah kalau sebagian masyarakat Surabaya menyebut salad dengan "rujak prancis" karena sama-sama berbahan dasar buah dan sayur, hanya bumbu yang membedakannya.

Meskipun tidak sama persis dengan umumnya di Indonesia, rujak yang disajikan kepada para tamu resepsi diplomatik Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Beijing, Rabu (26/9/2018) cukuplah untuk mewakili kekhasan kuliner Nusantara.

Hal itu perlu dimaklumi karena di Ibu Kota China tidak ada petis dan terasi sebagai elemen penentu rasa rujak.

Namun apa pun bentuknya, derajat rujak pada malam itu langsung naik. Jika biasanya di Indonesia dijual di warung-warung kecil pinggir jalan, di Beijing tiba-tiba naik ke meja diplomatik.

Mungkin di Jawa rujak bisa menjadi penawar rasa lapar, tapi bisa saja di Beijing rujak menjadi alat tawar diplomasi karena pada malam itu tiba-tiba rujak menyita perhatian Wakil Menteri Luar Negeri China Kong Xuanyou di sela perberbincangnya dengan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya