Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini mengaku sedih sekaligus kecewa lantaran harus pulang di minggu ini. Pasalnya, dia sudah kerja keras untuk sampai di babak 7 besar dan impiannya harus terhenti.
"Perasaan saya sedih campur kecewa. Padahal, saya di babak 10 besar itu performance-nya lumayan bagus. Dua kali menang challenge dan gak ikut elimination test. Tapi, pas tujuh besar ternyata saya di eliminasi," kata Risky kepada Okezone melalui pesan elektronik, Sabtu, (29/8/2015).
Risky mengakui, masuk ke dalam babak tujuh besar sudah merupakan pencapaian terbaiknya. Pasalnya, dia merasa masih banyak kontestan lain yang punya pengalaman mumpuni dalam dunia masak.
"Alhamdullah memang. Awalnya enggak menyangka saya bisa sampai sejauh ini. Karena kalau dilihat dari kompetitor lainnya, saya yang paling enggak punya basic (memasak-red)," tambah Risky.