Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Kebiasaan Mengunyah Es Batu Bisa Jadi Tanda Gejala Anemia

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |10:55 WIB
Menkes Budi Gunadi Ingatkan Kebiasaan Mengunyah Es Batu Bisa Jadi Tanda Gejala Anemia
Es batu. (Foto: Freepik)
A
A
A

APAKAH kamu punya kebiasaan menguyah es batu? Jika iya, kamu harus berhati-hati karena bisa jadi tanda gejala anemia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam unggahan di akun Instagramnya mengungkapkan sebuah fakta menarik di balik kebiasaan mengunyah es batu. Ia menuturkan dalam istilah medis, kebiasaan mengunyah es batu itu sering disebut Pica atau Pagopaghia.

Es Batu

1. Kebiasaan Mengunyah Es Batu

Kebiasaan tersebut rupanya menjadi salah satu indikator dari penyakit Anemia atau kekurangan zat besi. Tak berhenti di situ, ia juga menyoroti potensi kerusakan gigi yang bisa terjadi akibat kebiasaan tersebut.

"Ini kamu-kamu yang suka ngunyah es batu ini nih, jangan-jangan kamu tuh anemia? Yang suka ngunyah es batu ini, kan keras dan dingin, bisa rusak gigi kalian, bisa retak. Apalagi kalau kita sambil ngomong, kita ngunyah nih es batu ini, kan ini licin, ah tiba-tiba tertelan, aduh itu kan bahaya banget,” kata Budi, dikutip Kamis (15/10/2026).

Lalu mengapa mengunyah es batu bisa jadi tanda anemia? Menkes Budi menjelaskan bahwa penderita anemia atau kurang zat besi sangat mudah mengalami lelah akibat otak yang kurang pasokan oksigen. Mengunyah es batu bisa menstimulasi aliran darah untuk naik ke otak dan tubuh merasa lebih segar.

“Penjelasan sederhananya, orang yang anemia (kurang zat besi) itu gampang lelah karena otaknya kekurangan pasokan oksigen. Nah, mengunyah es batu yang super dingin ternyata memicu aliran darah naik ke otak, sehingga tubuh merasa lebih “melek” dan segar sesaat,” jelas dia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement