BOGOR - Festival Rakyat Danau Lido 2026 rupanya tak hanya menjadi ajang budaya dan pelestarian melainkan jadi ajang nostalgia bagi warga atau masyarakat yang berkunjung.
Festival ini sukses digelar di kawasan Soekarno Park KEK MNC Lido City, Cigombong Kabupaten Bogor, Minggu, 8 November 2026. Banyak warga antusias datang dan menikmati suasana Danau Lido sambil membawa kenangan masa kecilnya.
Salah satunya Ditha, warga asli Cigombong yang datang bernostalgia sembari menikmati suasana. Menurut Ditha, Festival Rakyat Danau Lido ini menjadi satu acara yang bagus dan berharap bisa menjadi acara tahunan masyarakat.
“Bagus sekali, soalnya kan kita acara ini udah 20 tahun ya nggak ada. Jadi pas acara ada acara ini ajang nostalgia juga, jadi semua datang, alhamdulillah responnya juga baik. Semua ikut senang, semua ikut bahagia, terus berharap semoga tahun depan masih ada dan jadi acara tahunan,” ungkap Ditha saat diwawancarai.
Tak hanya sekedar menikmati jajanan dan suasana, ia juga turut bernostalgia dan membawa kenangan masa kecilnya. Ia menuturkan bahwa dulu sering digelar acara di Danau Lido setiap tahunnya bertepatan dengan hari raya. Semua pengunjung menikmati wahana yang ada seperti menaiki rakit hingga komedi putar.
Menurutnya, hal itu juga yang menjadikan masyarakat antusias untuk datang ke Festival Rakyat Danau Lido 2926 pada hari ini.
“Kalau dulu kita waktu masih kecil-kecil itu tuh jadi acara tahunan pas hari raya. Semua pada datang, pada naik rakit, ada komidi putarnya. Jadi pas ada acara ini tuh, semua warga tuh antusias banget pengen tahu nih kayak gimana? Masih kayak dulu nggak?” tuturnya.
Bahkan, nostalgia dan mengenang masa kecil itu menjadi satu hal yang paling berkesan bagi Ditha saat berkunjung ke Festival Rakyat Danau Lido 2026.
“Yang paling berkesan dalam kegiatan hari ini, kita tuh semua warga kumpul di sini, antusias, bahagia. Semua pada naik rakit, pada apa ya, jajanan UMKM. Pokoknya zaman dulu tuh terulang lagi,” pungkas Ditha.
Festival ini sendiri merupakan acara yang diinisiasi oleh masyarakat sebagai wadah memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi budaya, perikanan, pariwisata, dan ekonomi lokal.
Mengusung tema "Bageur ka Danau, Bageur ka Urip", festival ini membawa pesan kearifan lokal Sunda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup di sekitarnya.
Selain itu, penyelenggaraan acara ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasa Hijau, Danone Indonesia dan KEK MNC Lido City.
Dalam puncak festival ini, ribuan pengunjung disuguhkan berbagai atraksi budaya dan edutainment dalam puncak acara pada hari ini, di antaranya parade rakit berhias kreasi warga, pentas seni budaya lokal, Pasar Bageur, bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat, hingga talkshow tata kelola danau berbasis kolaboratif.
Tak sampai disitu, anak-anak juga turut difasilitasi melalui arena Kids Eco-Corner sebagai ruang edukasi lingkungan, disertai Pojok Sejarah Lido dan diseminasi hasil inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.
Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian festival telah diawali dengan sejumlah pra-event berbasis partisipasi publik. Rangkaian tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.