Advertisement
Advertisement

Riset: Olahraga Setelah Makan Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |11:05 WIB
Riset: Olahraga Setelah Makan Bisa Turunkan Kadar Gula Darah
Olahraga sehabis makan. (Foto: Freepik)
A
A
A

BANYAK orang tergoda untuk langsung duduk santai atau bahkan berbaring sehabis menyantap makanan lezat. Padahal, jeda waktu beberapa menit setelah makan justru menjadi momen krusial bagi tubuh dalam memproses nutrisi dan mengontrol kadar gula darah.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan fakta menarik mengenai pentingnya bergerak setelah makan. Melalui unggahan di akun Threads miliknya, ia menjelaskan bahwa melakukan aktivitas fisik ringan dalam waktu dekat setelah makan membawa dampak positif yang signifikan bagi metabolisme.

“Olahraga setelah makan (dalam 15-30 menit), termasuk squat, bisa membantu meredam lonjakan gula darah,” ungkap dr. Adam.

berkeringat saat olahraga

1. Olahraga Setelah Makan

Penjelasan tersebut sejalan dengan temuan ilmiah dari studi berjudul “Bodyweight Squat Exercise Rapidly Lowers Elevated Blood Glucose Levels after Glucose Loading”. Penelitian ini menyoroti bagaimana gerakan beban tubuh sederhana seperti squat mampu menurunkan kadar glukosa yang melonjak tinggi pasca konsumsi makanan.

dr. Adam menjelaskan, makanan yang dikonsumsi secara biologis akan diubah menjadi glukosa dan dialirkan ke dalam sistem peredaran darah. Proses ini secara alami memicu tubuh merespons dengan melepaskan hormon insulin.

“Jadi setelah makan, glukosa itu akan masuk ke darah dan memicu pelepasan insulin. Insulin memerintahkan otot dan hati untuk menyerap glukosa berlebih,” jelas dr. Adam.

Namun, ketika porsi atau jenis makanan memicu lonjakan gula yang terlalu tajam, beban kerja hormon insulin akan meningkat drastis. Kondisi inilah yang kerap memicu penumpukan lemak berlebih di tubuh.

“Lonjakan gula yang terlalu tinggi membuat insulin bekerja lebih keras, dan kelebihan glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak,” lanjut dr. Adam.

2. Serap Glukosa

Menurut dr. Adam, melakukan aktivitas fisik segera setelah makan menjadi solusi cerdas untuk memutus rantai tersebut. Saat kita bergerak, otot-otot tubuh aktif bekerja dan membantu menyerap glukosa tanpa bergantung sepenuhnya pada kerja keras insulin.

“Nah, kontraksi otot saat olahraga itu bisa membantu otot menyerap glukosa lebih cepat, sehingga puncak gula darah lebih rendah, kebutuhan insulin berkurang, hingga penyimpanan lemak menurun,” paparnya.

 

3. Manfaat Squat

Squat

Dari sekian banyak opsi latihan, dr. Adam menilai squat menjadi salah satu gerakan yang sangat direkomendasikan. Gerakan ini tergolong praktis karena dapat dilakukan di mana saja tanpa memerlukan alat tambahan, namun mampu mengaktifkan kelompok otot berukuran besar.

“Squat efektif karena gerakannya melibatkan otot-otot terbesar di tubuh secara sekaligus, misalnya otot bokong dan paha,” tambah dr. Adam.

Meski demikian, keamanan dan kenyamanan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama. Bagi sebagian orang dengan kondisi fisik tertentu, gerakan beban tubuh perlu disesuaikan.

“Namun bila ada masalah pada lutut atau punggung, harap berhati-hati dan dikonsultasikan dahulu ke dokter sebelum rutin melakukan gerakan seperti ini ya!” pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement