
Selain membaca komposisi dan informasi nilai gizi, konsumen juga disarankan memeriksa izin edar produk melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nomor izin edar dapat digunakan untuk menelusuri informasi registrasi produk dan memastikan kesesuaian identitas produk yang terdaftar.
Namun, perlu dipahami bahwa adanya izin edar bukan berarti konsumen tidak perlu lagi membaca komposisi. Informasi kandungan dan label gizi tetap harus diperhatikan. Bagi penderita diabetes, pemeriksaan kandungan karbohidrat per sajian juga tidak kalah penting karena produk pemanis tertentu dapat memiliki bahan tambahan yang berbeda-beda.
Pada akhirnya, masyarakat perlu lebih kritis dalam memilih produk stevia. Jangan hanya terpaku pada klaim alami atau rendah gula di bagian depan kemasan, tetapi periksa juga daftar komposisi, takaran saji, kandungan karbohidrat, serta izin edarnya.
“Stevia sendiri nih, apalagi zaman sekarang, ada macam-macam jenisnya. Ada stevia pandan, gula aren, atau stevia biasa. Setiap merek itu komposisinya macam-macam, cara pemurnian, cara pemrosesannya,” ujar dr. Amadea.
“Kalau untuk mengetahui secara pasti, harus dilakukan uji labolatorium. Jadi sebagai masyarakat harus lebih aware dengan informasi label gizi. Lihat komposisi apa saja, takaran saji seberapa banyak, lalu untuk penderita diabetes memang karbohidratnya berada per sajian,” lanjutnya.
“Kemudian untuk lebih bagus lagi kita bisa lihat kalau sudah ada izin edarnya, kita bisa lihat di izin BPOM,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.