
Terakhir, ada neotame. Ini merupakan pemanis intensitas tinggi yang dikembangkan melalui modifikasi struktur kimia aspartam. Keunggulan utama neotame terletak pada tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, yakni sekitar 7.000–13.000 kali lebih manis dibandingkan gula pasir.
Dengan tingkat kemanisan tersebut, neotame hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil untuk menghasilkan rasa manis pada produk makanan dan minuman. Selain berfungsi sebagai pemanis, neotame juga memiliki karakteristik sebagai penguat rasa (flavour enhancer). Dalam formulasi tertentu, penggunaannya dapat membantu memperkuat persepsi rasa buah dan karakteristik perisa lainnya.
Dari sisi industri pangan, neotame menawarkan beberapa keunggulan. Neotame memiliki tingkat kemanisan sangat tinggi, dapat digunakan dalam jumlah yang sangat kecil, memiliki profil rasa manis yang relatif bersih, memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi asam dan berbagai proses pengolahan tertentu, dan dapat dikombinasikan dengan pemanis lain untuk menghasilkan profil rasa yang lebih optimal.
Namun, penggunaan neotame tetap membutuhkan perhitungan formulasi yang cermat. Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, perbedaan penggunaan dalam jumlah kecil saja dapat memengaruhi hasil akhir produk. Selain itu, produsen perlu memperhatikan ketentuan penggunaan dan status persetujuan regulasi di setiap negara tujuan pemasaran.
Ketiga pemanis tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan utamanya dapat dilihat dari sumber bahan, tingkat kemanisan, dan karakteristik rasa.
Dalam pengembangan produk makanan dan minuman, penggunaan satu jenis pemanis terkadang belum cukup untuk menghasilkan rasa manis yang ideal. Karena itu, produsen dapat mengombinasikan beberapa jenis pemanis untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Strategi ini dikenal sebagai sweetener blending. Tujuannya adalah memanfaatkan keunggulan masing-masing pemanis sekaligus mengurangi karakteristik rasa yang kurang diinginkan.
Sebagai contoh, kombinasi stevia dan sukralosa dapat dikembangkan untuk menghasilkan profil rasa yang lebih seimbang. Sementara itu, neotame dapat digunakan dalam jumlah sangat kecil untuk mendukung intensitas kemanisan dan karakter perisa dalam formulasi tertentu.
Selain pemilihan pemanis, penggunaan bahan perisa, penguat rasa, serta komposisi bahan lainnya juga berperan penting dalam menentukan kualitas produk akhir. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi produsen minuman, produk susu, makanan ringan, hingga produk nutrisi olahraga yang ingin mengurangi kandungan gula tanpa mengorbankan cita rasa.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.